Sabtu dalam Pekan Biasa XX, 22 Agustus 2015


Rut 2: 1-3,8-11; 4:13-17  +  Mzm 128 +  Mat 23: 1-12



Lectio

 Suatu hari berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridNya, kataNya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

 

 

 

 

Meditatio

Berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridNya, kataNya: 'ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa'. Apa maksud Yesus dengan mengatakan ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa? Apa benar mereka menduduki kursi Musa? Tentunya yang dimaksud di sini adalah 'memiliki wibawa resmi', yaitu mereka pengajar dan penafsir hukum Musa. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai kedudukan sosio-religi dalam bangsa Israel. Mereka adlah orang-orang hebat dan diakui.

'Turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya'. Aneh juga Yesus mengajarkan pada orang banyak dan muridNya seperti itu. Turuti dan lakukan segala sesuatu yang mereka ajarkan, tetapi disamping itu Yesus mengatakan jangan menuruti perbuatan mereka. Ada suatu pertentangan di sini rupanya, antara ajaran dan perbuatan. Mengapa bisa seperti itu? Rupanya mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.  Mereka berbicara, bahkan berteriak-teriak, tetapi tidak melakukan apa-apa. Mereka benar orang-orang munafik. Apakah mereka sungguh melakukan yang seperti itu terhadap orang lain? Ternyata memang, semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Mereka melakukan segala sesuatu untuk dilihat, dipuji dan dihormati orang. Memakai tali sembahyang yang lebar, hanya untuk menunjukkan bahwa mereka sembahyang sepanjang hari dan mudah dilihat orang lain?  Tetapi mereka tidak mampu melakukan perbuatan kasih,  yang Yesus ajarkan, seperti pada peristiwa pemetikan gandum dan penyembuhan pada hari sabat (Mat 12:1-13). Itulah kemunafikan sikap ahli Taurat dan orang Farisi yang dikritik Yesus.

'Janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara'. Mengapa Yesus mengatakan seperti itu pada murid-muridNya? Apakah karena yang disebut rabi itu tidak layak sebagai seorang rabi? Karena perbuatan mereka? Rabi adalah sebenarnya profesi yang luhur dan mulia. Apakah maksud Yesus, bahwa hanya satu Rabimu? Sungguh egoiskah Yesus sekarang ini? Yesus tidak mencari muka, karena memang sebagaimana diakui oleh ahli-ahli Taurat, bahwa sang Guru satu ini tidak mencari muka, malah dengan jujur mengajarkan jalan Allah.

'Janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias'. Banyak sekali larangan Yesus ini, bagaimana dengan sebutan bapa dalam keluarga? Bapa yang dimaksudkan Yesus adalah Bapa sang Empunya kehidupan ini. Dialah Sang Pencipta, Dialah sang Kehidupan; tentunya hanya Dialah yang layak dipanggil Bapa, dan bukan yang lain.  Dan pemimpin yang seperti siapakah itu yang layak? Semua ini mau disampaikan Yesus bahwa hanya satu Bapa sang Pemilik hidup. Pemimpin adalah Mesias, karena hanya Dialah yang menghantar kita kepada keselamatan. Dialah yang diutus Bapa, dan hanya kepadaNya Bapa berkenan, dan hanya Dialah yang melihat Allah, karena Dialah Allah. Dialah Jalan satu-satunya menuju keselamatan, karena memang Dialah Allah yang menjadi Manusia.

'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'. Seperti yang Yesus katakan ketika menjawab permohonan ibu Yakobus dan Yohanes (Mat 20:26). Orang yang meninggikan diri tidak akan mendapatkan tempat dalam Kerajaan Allah. Apakah Yesus tidak mau disaingi dalam posisiNya? Yesus itu sungguh-sungguh Allah, dan sungguh-sungguh Manusia. Yesus malah mengundang setiap orang untuk datang kepadaNya. Dia malah mengakui semua orang yang melakukan kehendak Bapa di surga sebagai saudara dan saudariNya. Kerendahan hati bagi setiap orang menjadi tempat kediaman Allah, sebab orang-orang seperti merekalah yang membiarkan Allah meraja dan tinggal dalam hidupnya.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu melakukan kehendakMu, merendahkan diri di hadapanMu, sebab Engkau sendiri sang Guru yang telah lebih dahulu melakukannya untuk kami.

Santa Perawan Maria, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening