Selasa dalam Pekan Biasa XX, 18 Agustus 2015


Hak 6: 11-24  +  Mzm 85  +  Mat 19: 23-30



Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"  Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."  Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"  Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.  Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 

 


Meditatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah'.  Suatu penyataan yang amat menggegerkan banyak orang. Orang kaya sulit masuk Kerajaan Surga. Apakah kita semua harus menjadi orang miskin dan melarat? Bukankah kekayaan adalah anugerah Tuhan sendiri kepada kita umatNya? Bukankah  kita harus mempunyai bekal kehidupan untuk dimakan dan diminum untuk hari ini dan esok? Orang-orang kaya, yang mendapatkan berkat dari Tuhan saja tidak mendapatkan keselamatan, lalu 'jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?'.

'Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin', tegas Yesus, yang semakin mempertajam penyataanNya itu. Tidaklah sulit bagi seekor unta untuk masuk lubang jarum. Sangat sulitkah memang masuk ke dalam Kerajaan Surga bagi orang-orang kaya? Mengapa? Kalau orang-orang kaya sulit masuk dalam Kerajaan Surga, bagaimana dengan 'kami ini yang telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?'. Apakah kami akan mendapatkan sesuatu?  Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel'. Suatu jaminan hidup yang diberikan Yesus kepada para muridNya. Mereka yang selalu mengikutiNya akan mendapatkan tempat yang nyaman dalam Kerajaan Surga, sebagaimana yang pernah dirindukan oleh ibu Zebedeus bagi kedua anak-anaknya. Mereka malah mempunyai kuasa untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Indah kali jaminan keselamatan yang diterima oleh keduabelas muridNya.

'Demikian juga setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal'. Ternyata jaminan keselamatan dan sukacita  juga diberikan kepada setiap orang yang berani meninggalkan segala-galanya demi Kristus Tuhan. Pada saat meninggalkan segala-galanya, mereka mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda, seratus kali lipat, dari segala yang mereka tinggalkan; dan terlebih hidup kekal akan mereka nikmati kelak di akhir jaman. Itulah rahmat dan berkat bagi orang-orang yang memang berani meninggalkan segalanya. Namun begitu, 'banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'.  Artinya, bahwasannya memang orang diajak untuk tidak terikat dengan segala peristiwa insani dan dengan segala yang bisa dimilikinya, orang diajak untuk berani melepaskan diri, tetapi tentunya kasih Tuhan Allahlah yang menentukan. Kita manusia diminta mampu memberi, tetapi kiranya kita tidak berdaya  meminta belaskasihNya. Kepercayaan dan kerendahan hati tentunya tetap menyemangati setiap orang yang berani meninggalkan segala-galanya.

Ternyata Yesus tidak menuruh orang menjadi miskin dan  melarat, tanpa kerja dan duduk diam, tanpa harapan dan keinginan untuk hidup lebih baik. Yesus pun tidak melarang orang untuk memiliki kekayaan, sebaliknya Yesus hanya meminta setiap orang, kita semua, untuk tidak terikat dan tenggelam dalam kekayaan yang kita miliki. Kita nikmati segala yang indah dan baik, sembari bersyukur kepada Tuhan Allah, sang Empunya kehidupan, bahwasannya Dia telah melimpahkan rahmat dan rejekinya kepada kita. Orang yang mapan hidupnya akan semakin merasakan indahnya hidup ini, bila memang berani mengembalikan semuanya itu kepada Tuhan. Engkau telah memberi, ya Tuhan; terima kasih-terima kasih. Puji syukur kepadaMu selalu. Amin. Bisakah kita tawar-menawar sebagaimana dilakukan Gideon terhadap Tuhan Allah yang mengutus para malaikatNya? (Hak 6: 11-24). Kasih tetap berada di atas segala-galanya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat anugerahMu di dalam hidup kami, kiranya kami berani untuk tidak terikat dengan harta-harta duniawi yang tidak mendatangkan keselamatan bagi kami, tetapi semakin berani beriman, pasrah dan berpengharapan kepadaMu yang akan membawa pada hidup yang kekal. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening