Selasa dalam Pekan Biasa XXI, 25 Agustus 2015


1Tes 2: 1-10  +  Mzm 139  +  Mat 23:  23-26



Lectio

Suatu hari Yesus berkata: 'celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.  Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih'.

 

 

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus mengecam banyak orang Farisi. Tentunya Yesus berkata kepada mereka dengan aneka bukti yang dimilikiNya, terlebih kemahakuasaanNya yang dapat melihat hati dan budi umatNya  'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan'. Apalah artinya membayar persepuluhan selasih, adas manis dan jintan bagi mereka yang memang mampu? Bukankah memang persepuluhan hanya diberikan oleh mereka yang mampu? Keadilan, belaskasih dan kesetiaan malah mereka abaikan. Mereka berarti bertindak semaunya sendiri, tidak ada hati yang penuh belaskasih terhadap sesamanya. Kesetiaan terhadap orang-orang yang lemah tentunya akan mereka abaikan, karena mereka kaum lemah tidak mendatangkan keuntungan. Apalagi tentunya kesetiaan terhadap Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Terhadap sesama saja mereka tidak setia, apalagi terhadap Tuhan, yang tidak tampak oleh mata manusia?  Orang-orang yang tidak mau tahu terhadap keadilan, belaskasih dan kesetiaan adalah mereka yang celaka.

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan'. Inilah sikap munafik, yang memang hanya mencari muka. Maksudnya hanya satu, yakni mendapatkan pujian dari orang-orang yang melihatnya. Inilah kemunafikan yang dimaksudkan Yesus dengan kata-kataNya tadi, bahwa  'nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan'. Mereka berpura-pura menjaga kebersihan yang higienis, tetapi malahan sebaliknya.  'Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih'. Sebab apalah yang kamu dapat dengan kemunafikan itu. Pujian dari sesama manusia hanya bersifat temporal, tidaklah demikian pujian dari Tuhan sang Empunya kehidupan ini.

'Kami tidak pernah bermulut manis; kami  juga tidak pernah mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus', tegas Paulus dalam pengajarannya kepada umat di Tesalonika (1Tes 2: 4-7). Apakah kita harus bermulut manis dalam pewartaan sabda Tuhan? Bukankah perkataan-perkataanNya itu keras, maka kita perlu menghaluskannya? Paulus menegaskan: 'karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita'. Paulus tidak mampu berkata-kata dan bersikap munafik. Paulus hanya ingin menyampaikan segala sabda dan kehendak Allah yang mengutusnya.

Bagaimana pewartaan kita?

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar mampu untuk lebih banyak berbuat daripada berkata-kata, bukan untuk menyukakan sesama tetapi untuk kemuliaan namaMu.  Ajarilah kami untuk semakin menjadi sesame bagi orang lain, semakin berani menaruh hati yang penuh belaskasih terhadap semua orang. Amin

 

 

Contemplatio

'Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening