Selasa dalam Pekan Biasa XXII, Selasa 1 September 2015


1Tes 5: 1-11  +  Mzm 27  +  Luk 4: 31-37





Lectio

Suatu hari Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.  Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar." Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.




Meditatio

Suatu hari Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.  Apakah memang Kapernaum ini adalah kota yang sering dikunjungi Yesus? Tidak kita ketahui. Namun tak dapat disangkal, seperti yang kita renungkan kemarin, Yesus sering mengadakan mukjizat di tempat ini. Kalaupun nanti kota ini yang  akan dikecam habis-habisan olehNya. Kenapa? Tidak adanya pertobatan dalam diri mereka. Mereka menerima tetapi tidak pernah bersyukur dan mendekatkan diri kepada Dia yang telah memperhatikanya. 

Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.  SabdaNya penuh kuasa karena Roh Allah selalu ada dalam diriNya, karena Dia sendiri adalah Sabda yang menjadi manusia, sama seperti kita, hanya Dia tidak dikuasai oleh dosa.   Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:  'hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'.  Kuasa kegelapan mengenal Orang Nazaret ini. Dia malah tahu bahwa yang Ada di depannya itu adalah Yang Kudus dari Allah. Orang-orang Nazaret sendiri tidak mengenal Siapakah Orang ini. Mereka hanya tahu bahwa Dia adalah Anak tukang kayu. Orang-orang Kapernaum pun sepertinya juga tidak tahu Siapakah Yesus. Ketidaktahuan mereka itu yang membuat mereka tidak bertobat? Namun seharusnya mereka adalah orang-orang yang tahu berterima kasih. Atau memang orang yang dirasuki kuasa kegelapan itu secara seng aja hendak mempertajam kebodohan dan kelambanan orang-orang Kapernaum? Aneh tapi nyata, bahwa kuasa kegelapan tahu siapakah Yesus. Mereka tahu memang, tapi tidak mengenalNya. Pengetahuan berbeda dengan pengenalan. Kita ini mempunyai pengetahuan atau pengenalan akan Yesus Kristus Tuhan? Kita harus berani berkata kami adalah orang-orang yang percaya dan beriman kepada Kristus!

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: 'diam, keluarlah dari padanya!'.  Yesus sepertinya membenarkan perkataan orang itu, dan langsung mengusirnya. Yesus bukannya bangga, melainkan benar-benar hendak membinasakan mereka. Bukankah kuasa kegelapan harus dibinasakan?  Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.  Kemenangan itu hanya ada dalam Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Kebersatuan setiap individu dalam nama Tuhan kita Yesus akan membuat kita semua masuk dalam kemenangan bersamaNya, yang tidak dan tidak bukan adalah keselamatan sejati.  

Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: 'alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar'. Sebuah pengakuan dari orang-orang yang melihat dan mendengar sendiri segala yang dikatakanNya. Apakah keberanian kita untuk mendengarkan sabdaNya dan melihat serta menikmati langsung kehadiranNya dalam aneka sakramen membuat kita semakin menikmati kemenangan dalam Dia? Kita yang mendengar, melihat dan menikmatiNya kiranya semakin bertumbuh dan berkembang dalam kemenangan bersamaNya. 

Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu. Tanpa bersuara keras dan lantang, suara sang kehidupan terdengar oleh mereka yang hidup.




Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami dengan Roh KudusMu agar kami semakin mengenal Engkau, dan terlebih-lebih menikmati kemenangan sejati, yang Engkau janjikan kepada setiap orang yang berani berseru kepadaMu. Amin.




Contemplatio 

'Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar'. 











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening