Senin dalam Pekan Biasa XIX, 10 Agustus 2015

2Kor 9: 6-10  +  Mzm 112  +  Yoh 12: 24-26




Lectio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.  Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa'.

 

 


Meditatio

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah', tegas Yesus dalam pengajaranNya kepada para murid, seperti biji gandum, demikianlah seorang muridNya harus berani berkurban nyawa, berserah diri sampai mati, agar menghasilkan buah-buah yang membahagiakan bagi orang lain, bagi Gereja, dan bagi dunia. Itulah yang dikerjakan Yesus sendiri yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan menjadi kurban tebusan bagi sesamaNya. Seperti biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, demikan  'barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi sebaliknya barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal'. Orang harus berani menyerahkan nyawanya demi Kristus,karena memang hanya dalam Kristus ada keselamatan. Setiap orang tidak mampu menyelamatkan dirinya. Kekuatan inderawi tidak akan mampu menghadapi aneka kekuatan alami, karena memang manusia adalah bagian kecil dari seluruh ciptaan yang ada.

'Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada'. Penyataan ini benar-benar menegaskan bahwa orang yang bersiap sedia melayani Kristus Tuhan, harus berani ke mana saja dia diutus. Bukan saja siap diutus melainkan siap juga berada di mana Dia berada, tentunya termasuk Dia yang berani di kayu salibNya yang kudus. Sebab malah bersama di salibNya yang kudus dia akan mendapatkan sukacita ilahi, sebagaimana Yesus sendiri pernah berkata: Aku akan menarik setiap orang datang kepadaKu…supaya di mana Aku berada mereka pun berada. Tinggal selalu bersama Yesus Tuhan adalah kemauan sang Empunya kehidupan. 'Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa'. Inilah upah besar yang diterima setiap orang yang dengan setia mengikuti Kristus, sebagaimana pernah direnungkan juga oleh Matius dalam Injilnya bab 5.

Paulus dalam suratnya mengatakan:  'orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga' (2Kor 9). Demikian pula barangsiapa mengikuti Kristus, dia akan mendapatkan upah dari Kristus Tuhan sendiri; bahkan oleh kasihNya 'Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan, seperti ada tertulis: Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya'.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus,  kobarkanlah semangat rela berkorban dalam diri kami, yang siap berbagi ketika kami dibutuhkan sesama yang memerlukan bantuan kami. Bantulah kami, ya Yesus, untuk menemukan Engkau yang  hadir dalam diri sesama kami.

Santo Laurensius, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening