Jumat dalam Pekan Biasa XXII, 11 September 2015


1Tim 1: 12-14  +  Mzm 16  +  Luk 6:  39-42



Lectio

Pada suatu hari Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

 

 

 

 

Meditatio

'Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?', tegas Yesus kepada orang-orang yang mendengarkanNya. Namun tentunya mereka dapat saling meneguhkan satu sama lain. Bukankah dalam keselamatan hidup, Tuhan tidak menentukan target yang harus dipenuhi oleh umatNya. Tak dapat disangkal memang tentunya pohon yang tinggi lebih banyak kena angin daripada pohon yang masih kecil.  

'Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya'. Selama belajar memang seorang murid selalu kalah dan berada di bawah gurunya, karena memang dia dalam posisi belajar. Kesetiaan seseorang dalam belajar akan membuat dirinya akan sama dengan gurunya kelak. Apakah kalau kita berani belajar terus-menerus tentang hidup ini dari sang Empunya kehidupan kita akan mampu menyerupai Dia? Bisa saja. Bukankah Yesus sendiri mengajak kita belajar agar kita menjadi murah hati seperti Bapa di surga murah hati adaNya?  'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu'  (Yoh 14: 12).

Paulus lebih lagi menyadari keterbatasan dirinya. Dia bukan saja seorang murid, tetapi malah seseorang yang berani melawan sang Kehidupan itu sendiri. Namun berkat kasihNya yang kuat, dirinya dikalahkanNya dan sekarang ini semuanya itu membuat dirinya hanya bisa berunduk di hadapanNya. 'Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku. Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.  Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus' (1Tim 1: 12-14). Keberanian seorang murid mengikuti kehendak sang Guru, membuat dia akan sama dengan Gurunya.  Paulus bersaksi semua tentang hal itu.

'Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu'. Penegasan Yesus ini disampaikanNya juga sepertinya banyak orang begitu mudah melihat kekurangan dan kesalahan sesama. Banyak orang menganggap dirinya benar, dan orang lain salah. Kalau tokh pun benar, setiap orang kiranya berani mendengarkan jeritan suara orang lain, yang semuanya itu akan menjadi pengalaman kita dalam berhadapan dengan aneka peristiwa kehidupan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya hari ke hari kami semakin dimampukan untuk dapat memperbaiki diri, tidak hanya melihat kekurangan dan kelemahan sesama, tetapi dapat melihat kelebihannya, serta saling meneguhkan satu sama lain. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening