Jumat dalam Pekan Biasa XXIV, 18 September 2015


1Tim 6: 2-12  +  Mzm 49  +  Luk 8:  1-3

 

 

Lectio

Setelah makan di rumah orang Farisi itu, Yesus pergi dan berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

 

 

 

 

Meditatio

Setelah makan di rumah orang Farisi itu, walau tidak diceritakan berapa lama Dia bersama para muridNya tinggal di rumah itu. Yesus pergi dan berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Yesus tidak melakukan pekerjaan yang lain, karena memang untuk itulah Aku diutus (Luk 4: 43).  Intensi kedatangan Yesus adalah mewartakaan Injil Kerajaan Allah, walau tak dapat disangkal dalam tugas perutusanNya itu Yesus mampu mengadakan aneka mukjizat dan pengusiran kuasa kegelapan.

Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Mengapa Yesus mengijinkan beberapa perempuan itu mengikuti diriNya? Bukankah kaum perempuan itu adalah orang-orang kelas dua pada jamanNya? Apakah mereka itu juga tidak mempunyai anak, sehingga dengan bebasnya mengikuti Yesus ke mana Dia pergi? Mereka semuanya ini adalah orang-orang yang menaruh hati kepada sang Guru. Khususnya kaum perempuan yang mengikutiNya, tidak juga dijadikan sebagai para RasulNya. Mereka adalah para muridNya yang kudus, dan mereka mengikuti ke mana Yesus pergi, tetapi mereka bukanlah para Rasul. Sebab Yesus memilih para Rasul dalam jumlah yang amat terbatas, yakni sesuai dengan keduabelas suku Israel, karena memang mereka bangsa terpilih. Keberlangsungan orang-orang yang percaya kepadaNya, dalam kepercayaan yang diamini oleh para Rasul itulah yang kemudian menjadi bangsa yang terpilih dan kudus adanya.

Kiranya hal yang indah yang dapat kita petik dari perikop ini adalah Injil Lukas mengingatkan kita semua, bahwasannya Yesus begitu menaruh perhatian kepada kaum lemah dan tidak diperhitungkan. Mengapa? Karena seperti pengalaman dalam pergandaan roti: kaum perempuan dan anak-anak tidak diperhitungkan. Itulah realitas patriakhal. Mereka kaum perempuan dan anak-anak dinomerduakan. Keterlibatan beberapa perempuan menandakan betapa besar pengakuan Yesus terhadap mereka.  Sebab keberanian dan kesetiaan mereka malah menjadi patrun bagaimana mengikuti Kristus Tuhan sampai akhir hidup. Kaum perempuan malah berdiri di barisan terdepan dalam karya pewartaaan dan pelayanan dalam Gereja. Siapakah tidak kenal Maria, Elizabet, dan beberapa perempuan yang dengan berani datang mendekati Yesus? Mereka berani maju menghadap dan mendekati Kristus, karena iman dan kasih mereka terhadap Tuhan Allah sang Empunya kehidupan.  Kaum perempuan adalah orang-orang yang berani bertanding dalam iman yang benar dan berebut mendapatkan hidup kekal (1Tim 6: 12).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus Tuhan kami, bantulah kami untuk selalu memberikan tempat bagi setiap orang yang ingin berperanserta dalam hidup menggereja. Semoga kami semakin berani menerima peran sesama kami,  yang memang seringkali mereka benar-benar orang yang potensial dalam bidangnya. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Bertandinglah dalam lomba yang benar untuk merebut hidup kekal'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening