Kamis dalam Pekan Biasa XXII, 10 September 2015

Kol 3: 13-17  +  Mzm 150  +  Luk 6:  27-38



Lectio

Pada suatu hari bersabdalah Yesus:  "kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.  Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

 

 

 

 

Meditatio

'Aku berkata: kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu', tegas Yesus kepada orang-orang yang mendengarkan pengajaranNya. Mengasihi musuh? Dilawan dan dimusuhi orang saja sudah tidak mengenakkan, apalagi malah sebaliknya harus mengasihi mereka juga. Siapakah musuh kita? Semua orang yang melawan, menantang dan membenci kita tentunya; bahkan tak jarang mereka itu ada dalam rumah kita. Seharusnya tidak boleh terjadi memang, tetapi itulah, terjadi juga perlawanan dan permusuhan dalam rumah tangga. Kita harus berani mengasihi mereka, memberkati dan mendoakan mereka.  

'Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu'. Inilah kasih.  'Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu'. Inilah murah hati.  'Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka'. Kita harus berani mengawalinya dalam berbagi kasih.  

'Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak'. Orang berdosa pun mampu saling mengasihi, berbuat baik dan saling meminjamkan antar mereka. Kalau kita sebatas melakukan semuanya itu sama dengan mereka, apalah artinya iman kepercayan kita terhadap Tuhan dan sesama. Orang yang percaya dan berimankan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan haruslah mempunyai kelebihan dengan mereka kaum berdosa, yang tidak mengenal Allah (bdk. Mat 5: 47).  'Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat', pinta Yesus.  'Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'. Sebagai orang-orang beriman, hendaknya kita bersikap dan bertindak meneladani Tuhan Allah, dan bukannya menyamakan diri dengan mereka yang melawan Allah.

'Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni'.  Sebagaimana kita menginginkan orang lain berbuat baik kepada kita, maka kita dimintai mendahului mereka melakukan kebaikan dan kebajikan terhadap mereka. Mendahului dalam berbagi kasih.  'Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'. Inilah aturan hidup bersama. 'Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita' (Kol 3: 17). Penegasan Paulus ini sungguh-sungguh bernada positif, bukan saja supaya kita tidak dihakimi dan dihukum orang lain, maka baiklah kalau kita mendahului berbagi kasih.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berat memang bagi kami untuk mengasihi, mengampuni dan memberi kepada mereka yang membenci kami, tetapi berkat kasihMu, Engkau mampukan kami untuk semakin berani dalam melakukan kehendakMu.

Dampingi dan kuatkanlah kami selalu ya Yesus. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening