Kamis dalam Pekan Biasa XXV, 24 September 2015


Hag 1: 1-8  +  Mzm 149 +  Luk 9: 7-9

 



Lectio

Ketika Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.  Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.  Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

 

 

 

Meditatio

Ketika Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.  Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.  Herodes merasa gelisah tentunya, karena dia telah membunuh Yohanes Pembaptis, ketika terjadi pesta ulang tahun, di mana anaknya begitu menarik hatinya dan dia berjanji untuk memberi segala yang diinginkan anaknya perempuan itu. Dosa menimbulkan rasa kegelisahan yang mendalam dalam diri setiap orang. Herodes sepertinya takut mendapatkan balas dendam dari Yohanes yang diperkirakan hidup kembali itu. Demikian juga nyala kemarahan Elia yang membakar dan meluluh lantakkan segala sesuatu. Herodes takut dan gelisah karena bisa saja para nabi itu datang akan membalas kepada dirinya atas kematian Yohanes Pembaptis yang telah dilakukannya.

'Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?', seru Herodes. Mungkinkah dia hidup kembali? Dia yang seperti Yohanes Pembaptis ini malah sepertinya lebih hebat dan mengagumkan.  Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. Apa yang terlintas dalam benak kita dengan keinginan Herodes? Adakah terbersit bahwa keinginan Herodes ini sama dengan keinginan Zakheus yang ingin melihat rupa Yesus? Mengapa Herodes tidak mengerahkan saja para prajuritnya untuk menangkap Yesus? Mengapa dia menunggu kesempatan yang indah? Apakah memang dia benar-benar takut dengan sang Guru, Orang Nazaret ini?  Apakah kegelisahan Herodes mengerucut pada keinginan yang jahat? Bukankah ada perasaan bersalah, dan bahkan memang dia berdosa, yakni membunuh Yohanes Pembaptis? Mungkinkah ada keinginan dalam diri Herodes bahwa dia juga hendak menyingkirkan sang Guru? Ada banyak aneka kegelisahan dan kegalauan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingi dan bantulah kami agar di kala mengalami kecemasan tidak membuat mata hati kami menjadi buta dan melakukan tindakan yang merugikan sesama. Tetapi berani datang dan mohon belas kasihMu, sebab Engkaulah penyelamat kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening