Pesta Kelahiran Santa Maria, 8 September 2015


Mi 5: 1-4  +  Mzm 13  +  Mat 1:  18-23



Lectio

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

 

 

 

Meditatio

Kenapa kelahiran Maria dirayakan dalam Gereja? Minimal untuk menegaskan bahwa Maria adalah seseorang yang ada di antara kita. Dia pernah dilahirkan di dunia, karena memang dia tinggal di dunia ini. Dari pasutri Anna-Yoakhim lahirlah seorang Maria. Seseorang yang dalam perjalanan hidupnya penuh kesederhanaan dan ketulusan hati. Kelahiran Maria perlu dikenangkan Gereja, karena pada hari itulah sebuah kenisah dibangun bagi Pencipta alam semesta. Ciptaan dipebaruhi dan disiapkan memang sebagai tempat kediaman ilahi bagi sang Pecipta. Inilah reflekssi dari santo Andreas dari Kreta.  Maria benar-benar menjadi kenisah Allah, karena memang dialah orang yang mengamini sabda dan kehendak Tuhan, walau semuanya itu tidak dimengertinya. Semenjak awal pun, Maria telah terkadung tanpa noda dosa, karena Alah sendiri yang menghendaki.

Dalam pesta hari ini, tentunya kita pun diajak untuk selalu siap menjadi tempat kediaman Allah. Spiritualitas Maria adalah sikap seorang yang mau menjadi tempat kediaman Allah; dan bukankah tubuh kita ini adalah bait Allah? Tentrunya semuanya itu semakin mengkondisiskan kita untuk menjadi tempat kehadiran Allah

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus,  kuduskanlah hati dan budi kami, agar kami semakin siap selalu menjadi tempat kehadiranMu yang menyelamatkan. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening