Pesta Salib Suci, 14 September 2015

Bil 21: 4-9  +  Fil 2: 6-9  +  Yoh 3:  13-17


 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus bersabda kepada Nikodemus:  'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.

 

 

 

Meditatio

'Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'. Penegasan Yesus kepada Nikodemus, yang tentunya juga kepada kita orang-orang yang percaya kepadaNya. Bagaimana kita memahami peristiwa Henokh dan Elia yang diangkat ke surga? Apakah benar memang mereka itu diangkat ke surga karena kasih karunia Allah, dan bukannya mereka sendiri yang berkeinginan naik ke surga? Kiranya untuk sementara dapat kita pahami seperti itu.   

'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun (Bil 21: 4-9), demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Allah menampakkan kemuliaanNya yakni ketika Dia ditinggikan di salib. Di sinilah misteri keselamatan benar-benar dinyatakan: yang agung dan mulia ditampakkan dalam peristiwa salib, tetapi pada saat itulah setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh kehidupan. Kepercayaan kepada Yesus sang Penyelamat adalah kepercayaan kepada Dia yang tersalib. Kita diajak benar-benar berani mengakui Yesus memang sungguh tersalib demi keselamatan seluruh umatNya. Ketidak percayaan kepadaNya yang tersalib mendatangkan kebinasaan, karena memang itulah pikiran iblis, sebagaimana yang pernah dialami oleh Petrus. Syukurlah Petrus dibebaskan dari kuasa iblis yang merasukinya, sebagaimana kita renungkan kemarin Minggu.   

Yesus tersalib, yang memang sudah diketahuiNya sebelumnya, bahwa Dia akan ditolak dan didera oleh tua-tua bangsa,  para imam dan ahli-ahli Taurat, adalah kehendak dan kemauan Allah. Semuanya terjadi, 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.

Yesus Kristus itu Tuhan, 'yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama' (Fil 2: 6-9), tegas Paulus dalam pengajaran imannya. Allah yang agung dan mulia ditampakkan dalam ketidak berdayaan.

Pesta Salib Suci dilaksanakan semenjak tahun 300-an di mana sebuah gereja didirikan di bukit tempat Yesus dimakamkan. Peristiwa historis ini terlaksana setelah santa Helena menemukan salib asli yang dipakai Yesus. Peristiwa historis ini sekaligus menjadi bentuk devosi umat beriman akan keluhuran salib. Allah menyatakan diri bukan dalam semarak dan gelora mulia, melainkan dalam salibNya yang kudus. Dalam tradisi Gereja, hari ini adalah awal puasa umat Allah sampai dengan Paskah mulia.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, melalui salib Engkau memperlihatkan kemuliaanMu, yang rela berkorban untuk mendatangkan kehidupan bagi umat manusia. Kami bersyukur atas kasihMu, ya Yesus, kiranya lewat pesta Salib Suci ini kami semakin diteguhkan, agar berani dan mau berkorban bagi sesama. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening