Rabu dalam Pekan Biasa XXVI, 30 September 2015


Neh 2: 1-8  +  Mzm 137  +  Luk 9: 57-62

 

 

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."  Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."  Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku."  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."  Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."  Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

 

 

 

Meditatio

'Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi', kata seseorang ketika berjumpa Yesus dan murid-murid-Nya.  Mengapa dia bertanya demikian? Apakah dia tertarik dengan komunitas Yesus? Apakah memang dia telah mempelajari banyak hal tentang Yesus, Guru dari Nazaret?  'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya', jawab Yesus. Yesus berkata demikian, tentunya karena Dia mengetahui motivasi orang itu hendak mengikuti diriNya. Kalau kita mengikuti Yesus untuk mendapatkan kemapanan, tentunya sia-sialah kemauan baik kita itu. Mungkin kita akan mendapatkan, karena memang Tuhan Yesus itu murah hati, tetapi kita tidak mendapatkan keselamatan daripadaNya. Kalau kita tidak mendapatkan apa-apa daripadaNya, sejak semula Yesus sudah mengingatkan, bahwa Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

'Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku', kata seorang lain lagi. Mengapa dia bertanya begitu? Bukankah lebih baik dia berpamitan terlebih dahulu kepada keluarga, baru kemudian langsung mengikutiNya? Atau karena memang keinginannya itu timbul spontan saja, yakni sewaktu dia berjumpa dengan Yesus? Apakah dia tidak berpikir panjang dengan mengikutiNya? Dialah yang harus mengutamakan Yesus sang Guru yang diikutinya, dan bukannya meminta Yesus untuk berdiam diri menunggu pekerjaannya. Namun kiranya, yang lebih penting ialah    'siapa saja yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah'.  Kalau ya, mari kita kata ya, kalau tidak, mari kita katakan tidak.

'Ikutlah Aku!',  pinta Yesus kepada seseorang,  tetapi orang itu berkata: 'izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku'.  Orang ini meminta sedikit waktu. Dia dipanggil memang, dan bukannya menawarkan diri,  tetapi Yesus berkata kepadanya: 'biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana'. Apakah orang itu akhirnya pergi juga mengikuti Yesus, tidak diceritakan memang. Namun penyataan Yesus benar-benar menegaskan agar kita tidak tenggelam dalam urusan diri sendiri. Betapa pun pentingnya, kalau memang Yesus memanggil, kita harus berani meninggalkan segala-galanya dan mengikutiNya, termasuk memberitakan Injil Kerajaan Allah, yang memang bukan untuk kepentingan diri Yesus pribadi.

Mengikuti Yesus sepertinya kita harus memberikan segala sesuatu yang kita miliki, dan bukannya untuk meminta dan meminta. Kelonggaran dan mengulur waktu sejenak saja, tidak dikehendakiNya. Mengikuti Yesus berarti ikut bersama dengan Dia ke mana saja Dia pergi, bukan nanti, melainkan sekarang juga. Mengikuti Yesus berarti mewartakan Kerajaan Allah. Apakah mewartakan Kerajaan Allah sebagaimana dinubuatkan oleh seorang nabi atau utusan Allah juga bisa disebut mengikuti Kristus? Lalu bagaimana dengan kemauan Yesus yang mengajak kita untuk berani meminta dan meminta daripadaNya? Apakah kita tidak diperbolehkan meminta sedikit waktu untuk berpamitan atau mengubur saudara kita yang telah meninggal?

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, bantulah kami agar dapat memutuskan dengan sungguh-sungguh ketika hendak mengikuti Engkau, sehingga benar-benar dapat melepaskan diri dari keterikatan duniawi  dalam memberitakan kerajaan Allah.

Santo Hieroninus, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Siapa saja yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah'.  

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening