Sabtu dalam Pekan Biasa XXII, 5 September 2015

Kol 1: 21-23  +  Mzm 54  +  Luk 6: 1-5





Lectio

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.  Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"  Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"  Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."




Meditatio

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.  Seturut aturan setempat memang tidak dilarang seseorang mengambil sebuah buah dari kebun di mana dia ada dalam kebun itu, dan benar-benar dimakan di tempat itu, dan bukannya dipetik untuk dibawa pulang. Ada tersurat demikian memang dalam Perjanjian Lama.

Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?". Mereka mengkoreksi para murid Yesus dengan menggunakan hukum hari Sabat, yang memang setiap orang tidak boleh bekerja. Hari Sabat harus dipersembahkan kepada Tuhan. Apakah pergi berjalan menuju bait Allah juga dilarang, bukankah seseorang melakukan kerja berat dengan berjalan kaki? Namun sepertinya kaum Farisi itu hanya ingin mencari-cari persoalan, walau mungkin tindakan mereka para murid masih bisa ditolerir.  

Lalu Yesus menjawab mereka: "tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"  Orang yang sakit dan lemah memang harus selalu diutamakan. Bukankah memang kita mengerti jikalau lampu merah mobil ambulans dibiarkan berjalan menerobosnya? Orang yang mempertahankan hidupnya dalam keadaan darurat memang harus mendapatkan perhatian utama. Walau tak dapat disangkal, sekarang ini memang segalanya terjadi secara berkebalikannya. Orang miskin pun sekarang ini dilarang sakit, karena memang mereka tidak mempunyai dana untuk berobat.  Sekali lagi, kaum Farisi memang hendak mencari-cari kesalahan dari sang komunitas keselamatan itu. 

Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." Kalau pun tokh tindakan para murid itu salah dan berunsurkan dosa tentunya sang Guru akan melarang mereka. Mungkinkah seorang Tuhan Allah membiarkan umatNya berdosa? Bukankah Yesus malah mengundang setiap orang untuk datang kepadaNya? Kalau selama bersama Yesus saja seseorang tidak perlu berpuasa, apalagi kalau mereka berbuat dosa pasti Yesus akan menegurnya dengan keras. 'Bukankah kita yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatan yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kita kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya?', tegas Pauslus dalam suratnya kepada umat di Kolose (1: 21-22). Kalau Yesus saja menghendaki kita selamat, tentunya juga akan mengingatkan para murid dan kita, kalau kita jatuh dalam dosa.

Karena itu, Paulus dalam suratnya itu juga mengajak kita semua untuk semakin menikmati panggilanNya. Katan Paulus: 'hendaknya kamu bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit' (1: 23).





Oratio

Ya Tuhan Bapa di surga, bantulah kami agar kami semakin menikmati tinggal bersama sang Putra, sebab hanya dalam Dia ada keselamatan, dan hidup kami akan terbebas dari segala kecenderungan insani yang mencelakakan. Amin.





Contemplatio 

'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'.













Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening