Selasa dalam Pekan Biasa XXV, 22 September 2015


Ez 6: 7-8  +  Mzm 122  +  Luk 8: 19-21

 

 

Lectio

Suatu hari hari ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.  Orang memberitahukan kepada-Nya: "ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau."  Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."

 

 

 

Meditatio

Suatu hari ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.  Siapakah ibu Yesus? Maria tentunya, yang dengan kerendahan hatinya mengamini sabda dan kehendak Tuhan Bapa di surga. Siapakah saudara-saudara Yesus? Kita tidak mengetahuinya, karena memang tidak pernah disebutkan dalam kitab suci. Apa arti saudara-saudara Yesus di sini? Bukankah Dia Anak tunggal Maria dan Yusuf? Menjumpai Yesus adalah sebuah keinginan dan kebutuhan; dan itulah yang dilakukan oleh Maria dan sanak saudaraNya. Namun mereka kesulitan, karena banyaknya orang. Keinginan yang  sama juga dilakukan Zakheus yang ingin melihat rupa Yesus, tetapi terhalang oleh banyaknya orang (Luk 19). Apakah kita termasuk kerumunan orang-orang yang  mendengarkan Yesus? Apakah kerumunan kita juga sering menghalang-halangi sesama kita untuk berjumpa dengan Yesus? Tak jarang memang, entah itu bangunan gereja, atau birokrasi dan aneka aturan tatib menghalang-halangi banyak umat beriman menjumpai Tuhan Yesus, yang memang malah mengundang dan mengundang setiap orang untuk datang kepadaNya. Adakah di paroki kita sikap dan tindakan seperti itu? Minimal membatasi orang-orang tertentu supaya tidak masuk ke dalam gereja? Bait Allah atau gereja adalah tempat kerinduan setiap orang untuk mengungkapkan kebersatuan sebagai umat kepada Allah yang hidup. Kebanggaan orang-orang Israel dapat membangun rumah Allah, sebagaimana diceritakan dalam kitab Ezra (bab 6), kiranya menjadi kebanggaan setiap orang, bahwa memang dalam rumahNya yang kudus kita melambungkan pujian hati dan berdoa kepada Allah. Maka kiranya tidak ada di antara kita yang menghalang-halangi seseorang masuk dalam rumahNya yang kudus.

Orang memberitahukan kepada-Nya: 'ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau'. Baik juga orang itu yang memberitahukan kepadaNya. Namun apakah tidak lebih baik, kalau dia menghantar keluargaNya itu untuk langsung maju ke depan? Bukankah dengan duduk di bagian depan minimal hati dan jiwa keluarga terhibur dengan melihatNya? Bukan dengan mengajak Yesus ke luar akan mengalami banyak gangguan sesaknya orang-orang yang berkerumun, dan lagi pengajaran akan terganggu?  Tetapi Yesus menjawab mereka: 'ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya'. Sebuah jawaban yang tentunya menyentak banyak orang yang mendengarkanNya. Apakah Yesus hendak meniadakan keluargaNya? Bukan! Malah Yesus memberi kesempatan kepada banyak orang untuk menjadi anggota keluargaNya yang kudus, bila berani mengamini sabda dan kehendakNya. Melakukan kehendak Tuhan membuat kita menjadi satu dan ada bersama Kristus Tuhan. Dia tentunya sebagai buah sulung kebangkitan, dan kita adalah orang-orang yang mengikutiNya sesuai dengan urutan. Kita pun, bukan hanya sekeluarga dengan Dia sang Empunya kehidupan, tetapi juga satu keluarga besar dengan semua orang yang percaya kepadaNya, yakni orang-orang yang mengamini sabdaNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, bantulah kami agar tidak menjadi penghalang, tetapi justru membuka jalan bagi setiap orang yang ingin menjumpaiMu. Kami bersyukur atas rahmatMu yang begitu besar yang Kau berikan pada kami boleh menjadi saudara-saudariMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening