Senin dalam Pekan Biasa XXVI, 28 September 2015


Zak 8: 1-8  +  Mzm 102  +  Luk 9: 46-50

 

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya,  dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."

Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."  Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali timbullah jpertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Siapakah yang paling keras suaranya? Apakah Petrus yang merasa pernah mengakui Yesus sebagai Mesias? Apakah Matius, karena dipanggil langsung oleh Yesus, dan merasa disapa ketika mengundang Yesus ke rumahnya untuk makan bersama? Apakah Yohanes, karena merasa disayangi oleh Yesus? Atau Yakobus, karena siap meminum cawan yang hendak diberikan kepada Yesus? Atau siapa? Yudas Iskariot? Simon Zelot, karena memang dia seorang pejuang nasional?  Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya. Anak kecil itupun tidak takut kepada Yesus. Apakah dia sempat menangis dan sedikit takut-takut kepada sang Guru?  Lalu Yesus berkata kepada mereka: 'barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku'. Orang terbesar adalah dia yang sungguh-sungguh berani melayani. Melayani tanpa pamrih dan memperhitungkan resikonya. Apalah artinya menyambut, menyapa dan membantu anak kecil? Apa yang akan kita dapatkan dalam pelayanan terhadap mereka? Dan pelayanan kita akan benar-benar mendatangkan berkat, kalau memang kita lakukan dalam nama Dia sang Kehidupan itu. Pelayanan sebatas kekuatan kita, tanpa kita lakukan, bahkan kita persembahkan kepada Tuhan tidak akan mendatangkan rahmat dan berkat daripadaNya. Kita merasakan kehadiran Tuhan Yesus, dan bahkan menemukan kehadiranNya sendiri, kalau kita melakukan segala sesuatu dalam Dia sang Kehidupan ini.

'Yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar'. Menjadi pelayan sepertinya pekerjaan yang remeh dan rendah. Yang melayani adalah orang yang nomer dua, karena tentunya orang yang dilayanilah yang nomer satu. Mungkin benar. Namun tak dapat disangkal, mereka yang melayani kita adalah orang-orang yang kita percayai; seringkali mereka itu memang ahli dalam bidangnya, dan karena itulah kita meminta bantuan daripadanya. Kita mendapatkan pelayanan daripadanya. Namun lebih dari itu, Yesus sendiri mengubah image selama ini, yakni justru Dia sendiri mengawali kemegahan diriNya, bukan dengan kehadiranNya yang mengumbar pesona, melainkan menyatakan diri dengan kelemahan dan keterbatasanNya sebagai manusia. Dia yang agung menyatakan diriNya dalam kemanusiaan seorang manusia; karya penebusanNya pun, bukan dengan tampil sebagai seorang pahlawan yang gagah perkasa, melainkan dalam diri orang yang lemah dan papa, dan bahwa mati di kayu salib hina. Salib yang hina pun akhirnya menjadi salib kudus dan mulia, karena kematian sang Anak Manusia itu.

'Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita', tegas Yohanes. Mengapa dia sampai bertindak demikian? Apakah orang di luar komunitas kita tidak kita ijinkan berbuat baik? Dan bukankah juga mereka melakukan kebaikan dalam nama Tuhan Allah? Yohanes yang tahu bahwa seseorang itu mengusir kuasa kegelapan dalam nama sang Guru, tetap mencegah orang itu. Bukankah dengan demikian dia juga melarang sang Empunya kehidupan itu berkarya dalam diri umatNya? Yohanes menolak dia hanya gara-gara  orang itu tidak satu seragam, tidak satu warna, tidak satu Bahasa, pokoknya yang tidak satu dengan dirinya. Padahal orang itu juga tidak mengganggu diri Yohanes, karena memang dia satu dalam nama sang Guru. 'Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu', karena memang dia ada bersama dengan Aku, tegas Yesus.

'Beginilah firman TUHAN semesta alam: sesungguhnya, Aku menyelamatkan umat-Ku dari tempat terbitnya matahari sampai kepada tempat terbenamnya,  dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka diam di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran' (Zak 8: 7-8).  Yohanes sepertinya tidak pernah merenungkan sabda Tuhan yang disampaikan melalui nabi Zakharia, bahwasannya jumlah orang-orang yang berkenan dikehendaki Tuhan itu tidaklah sebatas jumlah orang-orang yang kita kenal. Pengenalan kita mungkin sebanyak sepuluh ribu orang, tetapi Tuhan mengenalnya dari timur sampai barat. Pengenalan Tuhan terhadap umatNya tidak sebatas dengan pengenalan kita.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar berani melayani tanpa pamrih dan menerima mereka yang tidak diperhitungkan dalam masyrakat, sehingga kami dapat menemukan Engkau di dalamnya. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening