Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 November 2015

Why 7: 2-14  +  1Yoh 3: 1-3  +  Mat 5: 1-12

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.  Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu'.

 

 

 

Meditatio

Siapakah orang-orang kudus itu?  Ada di antara mereka itu adalah sanak-saudara kita, teman dan sahabat kenalan, dan juga memang mereka yang menikmati sukacita ilahi. Bagaimana kita dapat mengatakan mungkin di antara mereka itu saudara dan saudari kita atau sahabat kenalan? Tidak menutup kemungkinan memang. Orang-orang kudus adalah mereka yang selama hidupnya di dunia ini ternyata selalu 'miskin di hadapan Allah, berani berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah dan suci hatinya, membawa damai,  tahan dianiaya oleh sebab kebenaran,  dicela dan dianiaya dan  difitnahkan segala yang jahat'. Mereka memang tidak pernah memberitahu kepada kita, bahwa mereka sekarang ini sedang melakukan penyangkalan diri, menjadi sesame bagi orang lain, dan berusaha mengamini sabda dan kehendakNya.  'Mereka itu', kata kitab Wahyu, 'adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba'. Mereka tidak pamer diri. Mereka tidak berteriak dan mengumandangkan suara, tetapi mereka mempunyai sesuatu yang indah dalam hidupnya, menikmati mutiara (Mat 13: 45-46), yang indah dan dengan rela  menjual harta benda lain yang dimilikinya.

Jadi mereka adalah para pejuang? Benar. Mereka adalah para pejuang, karena mereka menerima segala yang baik dan mulia itu dengan berusaha dan berjuang menerimanya. Anugerah diberikanNya secara cuma-cuma, tetapi tidak dilemparkan begitu saja dari atas. Setiap orang diundang untuk mengambilnya, sehingga tak jarang harus berjalan jauh, mendaki gunung, melewati malam gelap dan merasakan terik matahari, yang semuanya itu memang tidak dikehendaki oleh jiwa raga kita. Mereka yakin akan perjuangan hidupnya.  'Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga'  diyakininya dan meneguhkan perjalanan hidup ini.

Mari kita berusaha dan berjuang seperti mereka. Yohanes meneguhkan kita: 'setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, yakni  bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga berarti dia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci' (1Yoh 3: 3). Para kudus adalah mereka yang menguduskan diri, sebagaimana Allah sendiri kudus. mereka adalah orang-orang  yang sekarang ini berdiam di rumah Tuhan (Mzm 24).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, semangatilah kami dalam berjuang menjadi orang-orang kudusMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening