Jumat dalam Pekan Biasa XXVII, 9 Oktober 2015


Yl 1: 13-15  +  Mzm 9  +  Luk 11: 15-26

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepadaNya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau." Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

 

 

 

Meditatio

Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepadaNya: 'berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau'.  Mengapa wanita itu tiba-tiba berseru mengatakan berbahagia ibu yang telah mengandung dan menyusui Yesus? Apakah ibu-ibu lain yang pernah mengandung dan menyusui itu tidak bahagia? Tentunya para ibu yang pernah menyusui merasakan suatu kebahagiaan tersendiri ketika susunya sanggup memberikan kehidupan dan terlebih lagi terjalin hubungan kasih yang mendalam dengan sang buah hati. Lalu sekali lagi apa maksud wanita tersebut? Ungkapan sentimentil, bahwa sekiranya saya mempunyai seorang anak seperti Orang ini, alangkah berbahagianya. Apakah memang dia ini ingin Yesus hadir dalam keluarganya?

Tak dapat disangkal banyak memang orang sekarang ini bangga akan kehebatan dan keberhasilan anak-anaknya; bahkan secara sengaja berusaha keras, agar anaknya mempunyai jenjang prestasi yang sunguh-sungguh hebat. Mereka dipaksa untuk mendapatkan pelbagai kursus ini dan itu, tetapi sayangnya banyak orang amat membatasi pergaulan anak-anaknya dengan sesamanya. Lebih-lebih lagi, tidak ada kesempatan untu menikmati kasih keluarga, dan kasih karunia Tuhan yang seringkali lewat dan hadir dalam diri sesamanya. Maksud baik hendaknya tidak mematikan keindahan seorang manysia sebagai ciptaan Tuhan.

'Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya', tegas Yesus. Jawaban Yesus sepertinya seenaknya. Sebenarnya ini adalah teguran Yesus yang keras kepada para muridNya, kita semua, agar tidak meminta dan meminta tanda tetapi mentaati perintahNya. Sabda Tuhan yang menyatukan kita, dan hanya sabda Tuhan memang yang membuat seseorang nyaman dalam hidupnya. Ketenteraman jiwa dan sukacita hati hanya ada dalam sabdaNya yang kudus.  sadba Tuhan melindungi umatnya, dan membebaskan seeorang dari kuasa dosa, supaya tidak kambuh dan menjadi lebih parah seperti yang dikatakan dalam Injil kemarin (Luk 11:24-26). Barang siapa yang setia menaati perintahNya akan menikmati janji Tuhan, seperti yang dikatakan nabi Yoel: 'TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umatNya, dan benteng bagi orang Israel. "Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunungKu yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi. Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim' (Yoel 3:17-18).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus,  bantulah kami agar semakin berani mendengarkan sabdaMu dan belajar menaatiNya.  Dengan demikian kamipun pantas disebut berbahagia, karena telah menuruti perintahMu dan memeliharanya dalam sikap hidup kami. Terima kasih, ya Yesus. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening