Jumat dalam Pekan Biasa XXVIII, 16 Oktober 2015

Rom 4: 1-8  +  Mzm 32 +  Luk 12: 1-7

 

  

 

 

Lectio

Suatu hari ketika beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan,  Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.  Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.  Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.  Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!  Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah,  bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

 

 

 

Meditatio

Perikop ini sepertinya tidak nyambung satu sama lain temanya. Adakah perikop ini sebagai suatu potongan-potongan tema yang disatukan begitu saja?

'Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi'. Penegasan ini disampaikan oleh Yesus karena memang begitu besar pengaruh orang-orang Farisi dalam kebersamaan hidup di jaman Yesus. Mereka menduduki kursi Musa, apalagi dibarengi mereka itu banyak yang mempunyai kemampuan dalam hal kitab suci. Mereka tetap harus diwaspadai karena memang perbuatan mereka itu amat jahat. Mereka itu bagaikan serigala yang berbulu domba.  

'Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui'. Semua akan diketahui banyak orang, apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini.  'Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah'. Apakah semua ini menunjukkan tidak adanya keberanian untuk menjunjung tinggi privacy? Atau kita memang sudah tidak bisa lagi menempatkan diri dalam berbicara? Atau memang begitu mudahkah segala sesuatu disebarkan oleh banyak orang?  

'Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.  Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti'. Apakah kita tidak  boleh takut terhadap aneka tindak kejahatan yang memang tidak segan-segannya menghabisi nyawa manusia? Bukan itu maksudnya!! 'Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!'. Takut dan seganilah Dia sang Empunya kehidupan ini. Dia benar-benar berkuasa atas segala sesuatu, di langit, di bumi dan di bawah bumi ini.  Namun sebaliknya, ketakutan kita kepada Allah bukanlah takut dan gentar terhadap Dia yang suka menghukum dan membinasakan, melainkan takut kepada Dia berarti keberanian diri untuk taat dan berunduk diri di hadapanNya. Keberundukan diri di hadapan sang Empunya kehidupan akan mendatangkan keselamatan, sebab Dia akan menjaga dan melindungi kita dari segala yang jahat. Kita manusia amat berharga di hadapanNya. Kita adalah ciptaan yang sesuai dengan gambarNya sendiri. 'Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah,  bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit', tegas Yesus. Keberanian kita berunduk di hadapan Tuhan malah mendatangkan rahmat dan berkat daripadaNya. Paulus sadar akan semuanya itu, maka dia berkata:  'berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;  berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya' (Rom 4: 7-8).

Apa yang dapat kita buat? Mari kita hanya taat dan takut kepada Dia, dan tidak berpaling kepada aneka kekuatan-kekuatan lain. Hanya Allah sang empunya kehidupan. Rasa takut kita kepadaNya hanya dapat kita ungkapkan dengan mentaati segala sabda dan kehendakNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sabdaMu hari ini kembali meneguhkan kami untuk setia dan hanya taat kepadaMu, sebab hanya dalam namaMu ada keselamatan.

Yesus, ajarilah kami untuk semakin hari semakin taat kepadaMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening