Jumat dalam Pekan Biasa XXX, 30 Oktober 2015


Rom 9: 1-5  +  Mzm 147  +  Luk 14: 1-6

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.  Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya.  Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?"  Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.  Kemudian Ia berkata kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?"  Mereka tidak sanggup membantah-Nya.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Mengapa Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin kaum Farisi? Apakah memang Dia diundang oleh mereka? Atau memang sengaja datang dan menyampaikan tugas perutusanNya? Yesus tidak gentar terhadap mereka semua. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Semuanya itu malah menjadi kesempatan bagi orang-orang Farisi untuk menangpkapNya, minimal menemukan kesalahan diriNya. Namun semua orang berdiam diri, dan tak ada yang mengawalinya.   Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. Bagaimana dia dapat tiba-tiba masuk ke rumah itu? Apakah dia sengaja minta penyembuhan? Atau memang dia sengaja nyelenong untuk mencari perhatian dari banyak orang?  Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: 'diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?'.  Yesus sengaja menantang mereka. Yesus menggunakan segala peristiwa kehidupan untuk membuka mata umat yang dikasihiNya. Manakah yang diijinkan di hari Sabat: menyelamatkan atau membinasakan? Bukankah kalian menghela lembu-lembu dan keledai keluar dari kandang dan memberi mereka minum di hari Sabat? 

Mereka itu diam semuanya. Sepertinya mereka tidak mempunyai pilihan untuk menjawabNya. Apakah pada waktu itu mereka sadar akan posisi diri dengan pertanyaan seperti itu? Mereka yang sudah bersiap-siap melawan sang Guru, malah tidak mampu berkata-kata dengan pertanyaan yang sengaja dilemparkanNya.  Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.  Yesus membuat segala-galanya baik adanya. Yesus sang Penyelamat. Kemudian Ia berkata kepada mereka: 'siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?'. Pertanyaan Yesus malah semakin membungkam mereka semua.  Mereka tidak sanggup membantah-Nya.

Jangan melawan Tuhan Allah. Kita tidak berdaya. Berhadapan dengan sesame saja, kita seringkali kelabakan, apalagi hendak melawan dan menantang Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Hanya berunduk kepadaNya, kita beroleh kehidupan dan keselamatan.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkaulah sang Penyelamat. Engkau memberikan yang terbaik bagi hidup kami. Bantulah kami dengan kasihMu, agar kami pun selalu berani memilih yang terbaik dalam hidup ini, entah bagi diri sendiri, dan juga terhadap sesame kami. Amin.

 

 

 

 

Contemplatio

'Coba renungkan: diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening