Kamis dalam Pekan Biasa XXVII, 8 Oktober 2015


Mal 3: 13-20  +  Mzm 1 +  Luk 11: 5-13

 

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali kata Yesus kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.  Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.  Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?  Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali kata Yesus kepada mereka: 'jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.  Aku berkata kepadamu: sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya'. Sebuah permohonan yang begitu mendesak dan darurat memang akan selalu mendapatkan perhatian. Apakah seseorang yang tidak mempunyai perhatian kepada sesamanya juga akan mendapatkan pengabulan? Kiranya persahabatan selalu mendatangkan berkat bagi setiap orang.

'Oleh karena itu Aku berkata kepadamu', tegas Yesus kepada para muridNya,  'mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu'.  Yesus memberi jaminan kepada setiap orang untuk berani meminta dan meminta. Barangsiapa berusaha pasti mendapatkan balasan.  'Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan'. Itulah rumusan umum memang. Adakah orang yang meminta tetapi tidak mendapat, atau yang mengetuk pintu tidak dibuka, dan yang mencari tidak mendapatkan sesuatu? Atau sebaliknya adakah yang dimintai sesuatu tetapi tidak mau memberi, yang pintunya diketuk tidak mau membukakannya? Tidaklah demikian dengan Tuhan Bapa di surga! Barangsiapa memohon kepadaNya, Tuhan Allah pasti akan mengabulkannya.  'Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?  Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!', tegas Yesus. Bukankah juga Tuhan Allah tahu apa yang menjadi kebutuhan umatNya? (Mzm 139). Apakah kalau Tuhan yang sudah tahu kebutuhan umatNya tidak akan mengabulkan permohonan yang memang tidak sesuai dengan kebutuhan dan juga yang sesuai dengan keselamatan dirinya? Bukankah kita orangtua juga tidak mengabulkan anak-anak kita untuk memegang ular berbisa, walau dia memintanya? Allah sungguh baik, bahkan  'Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya'. RohNya yang kudus juga akan diberikan kepada setiap orang yang merindukannya.

Tentunya seluruh sabda Tuhan ini benar-benar menjadi penghiburan bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Janji Tuhan untuk menjawab segala permohonan kita adalah suatu peneguhan bagi kita. Kepercayaan Tuhan Allah yang maha murah memang menjadi modal dasar bagi setiap orang untuk bermohon dan bermohon. Namun tidaklah demikian bagi orang-orang yang tidak percaya kepadaNya, sepertinya yang dilakukan orang-orang fasik sebagaimana dikatakan dalam kitab Malaekhi. 'Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?  Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga' (Mal 3: 14-15). Mereka memandang Tuhan dalam untung dan rugi. Mereka meragukan kemurahan hatiNya.

Bagaimana dengan kita? Tak dapat disangkal hidup itu adalah sebuah perjuangan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat kasihMu yang besar bagi kami, kiranya kami semakin mengerti dalam memohon kepadaMu. Kami percaya bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik dan tepat pada waktunya.

Puji dan syukur hanya kepadaMu, ya Yesus. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening