Kamis dalam Pekan Biasa XXVIII, 15 Oktober 2015


Rom 3: 21-30  +  Mzm 130 +  Luk 11: 47-54

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus diundang makan seorang Farisi tanpa takut Dia berkata: "celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.  Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,  supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,  mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'.

Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.  Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

 

 

 

Meditatio

'Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya'. Sebuah permainan akal budi yang dikemukakan Yesus. Apakah dengan tidak membangun makam para nabi bisa diartikan bahwa mereka tidak mengakui bahwa nenek moyang merekalah yang membunuh para nabi? Mereka membenarkan nenek moyang mereka yang membunuh para nabi, bukan karena mereka hendak mempertanggungjawabkan, melainkan mereka benar-benar  melakukan hikmat sebagaimana dinubuatkan para nabi. 'Hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,  supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,  mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah; bahkan, Aku berkata kepadamu: semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini'. Semua yang mereka lakukan telah diketahui oleh Allah, dan Allah tidak mencegah segala sesuatu yang mereka lakukan, mengingat akal budi dan kehendak bebas yang mereka miliki. Namun kiranya tetap menjadi permenungan kita adalah mengapa angkatan jaman Yesus yang harus mempertanggungjawabkan semuanya itu? Kiranya pertanggungjawab mereka itu tidak seberat yang ada kalau memang mereka mendengarkan Anak Manusia yang datang ke tengah-tengah mereka. Kalau keberadaan nabi Yunus saja membuat orang-orang Niniwe bertobat dan berbalik kepada Allah, seharusnya dengan kedatangan sang Anak Manusia membuat mereka bertobat selalu dan setia mengamini sabdaNya. Bukankah sang anak manusia lebih besar dari nabi Yunus, sebagaimana kita renungkan kali lalu?

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'. Kurang ajar sungguh memang para ahli Taurat itu. Mereka mempelajari hukum Allah, tetapi mereka tidak melakukannya. Malah dengan enaknya mereka memberi beban yang begitu berat kepada umat Allah, sedangkan mereka tidak mau menyentuh dengan jarinya sekalipun. Sebagai orang-orang yang ahli dalam kitab suci, tentunya mereka harus berdiri di barisan depan dalam menghayati sabda dan kehendak Tuhan. Semakin tahu seseorang, semakin besarlah tanggungjawab yang mereka terima.

Setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.  Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya. Mengapa mereka tidak langsung menangkap Yesus ketika mereka semua sedang makan bersama? Bukankah pada waktu itu merupakan kesempatan yang baik? Bukankah mereka dikecam habis-habisan oleh Yesus?  Apakah mereka akan menangkap Yesus kalau mereka merasa menang dalam beradu pendapat?

Belajar hukum Taurat memang tidak membuat orang menikmati keselamatan kekal. Hukum Taurat malah membuat orang berkanjang dalam dosanya. Malah sekarang, 'tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,  yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya'. Keselamatan datang bukan karena melakukan hukum Taurat, melainkan karena percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.  'Sebab oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.  Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya'. Namun apakah kita harus meniadakan hukum Taurat?   Walaupun 'manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat, kami tidak membatalkan hukum, melainkan meneguhkannya', sebagaimana Yesus sendiri juga menegaskan: barangsiapa mengabaikan dan meniadakan hukumTaurat dia akan menjadi yang terkecil dalam Kerajaan Surga.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar semakin menghayati sabda dan kehendakMu dalam hidup kami, sehingga apa yang kami lakukan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain, tetapi namaMu semakin dipermuliakan.

Santa Teresa, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening