Kamis dalam Pekan Biasa XXX, 29 Oktober 2015

Rom 8: 31-39  +  Mzm 109  +  Luk 13: 31-35

 

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau."   Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.   Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.   Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau.   Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata:  Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: 'pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau'. Baik kali maksud mereka, orang-orang Farisi itu. Mengapa mereka menyampaikan informasi itu kepada Yesus? Apakah memang mereka merasa memiliki Yesus, sehingga mereka menyampaikannya? Kaum Farisi membela orang-orang sejawatnya, yang sama-sama sebagai anggota masyarakat.   Jawab Yesus kepada mereka: 'pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai'. Yesus bukanya mengucapkan terima kasih kepada mereka atas informasi itu, malah berbalik meminta mereka pergi memberitakan apa yang dikerjakanNya, bahkan tak segan-segan menegaskan bahwa dia adalah serigala yang kejam itu. Apa yang dimaksudkan Yesus dengan hari ini dan esok? Mengapa juga Yesus menyebut hari ketiga? Apakah hanya dalam waktu tiga hari Dia akan berkarya? Apakah penyataan ini mengantisipasi dan hendak menegaskan bahwa segala-galanya akan terus dilanjutkan, yakni karya perutusan yang diberikan Bapa kepadaNya,  dan semuanya akan berakhir dengan kebangkitanNya dari alam maut, yakni di hari ketiga? Hari-hari memanggul salib dan dan kematianNya, serta turunnya ke dunia orang mati adalah sebuah proses karya perutusan yang harus dikerjakanNya.   'Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem'. Yesus sadar benar kapan dan di mana Dia akan menyelesaikan tugas perutusanNya. Tidak tidak takut degan ancaman Herodes. Dia tidak gelisah. Dia tidak akan menyembunyikan diri. Yesus tahu bahwa segala-galanya akan berakhir juga di Yerusalem, kota yang sama tempat para nabi dibuuh.  

'Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!', ratap Yesus  terhadap Yerusalem. Mengapa kota Allah, tempat bait Allah yang kudus, malah membunuh Dia yang telah memilih dan mengangkatnya. Orang yang dipilih Allah tidak tertutup kemungkinannya untuk mengalihkan perhatian daripadaNya. Manusia mempunyai hak untuk tidak diselamatkan.  Yerusalem itu tidak ubahnya dengan Yudas Iskariot yang semenjak semula telah dipilih oleh sang Guru, Penyelamat.  'Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau'. Allah sudah berkali-kali mengingatkan dan mengajak umatNya untuk mengagumi sabda dan kehendakNya, tetapi tidak mau juga. Ketegaran hati manusia memang mengalahkan roh manusia yang memang penurut. Daging ini lemah, dan roh penurut. Allah benar-benar murah hati, yang tidak mau memaksakan kehendakNya.  

'Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi, tetapi Aku berkata kepadamu: kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata:  diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!', tegas Yesus.

Kita bukan orang-orang Herodian. Kita malah orang-orang pengikut Kritus Tuhan sang Empunya kehidupan ini.  Malah dengan berani kita berkata seperti Paulus: 'siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?  Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,  atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita' (Rom 8: 35.38-39). Tentunya kita harus semakin berani mengamini sabda kehendakNya yang  hendak menyatukan kita, yang  sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau mahabaik dan penuh kasih. Bantulah kami menjadi orang-orang pemberani yang siap mewartakan sabda dan kehendakMu, dan biarlah kami semakin merundukkan diri hanya kepadaMu. Sebab hanya padaMulah kami harus takut. Amin.

 

 

 

 

Contemplatio

Aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,  atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening