Peringatan Para Malaikat Pelindung, 2 Oktober 2015


Kel 20: 20-23  +  Mzm 91  +  Mat 18: 1-5

 

 

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga".

 

 

 

Meditatio

'Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.  Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu.  Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu',  tegas Tuhan Allah sang Empunya kehidupan (Kel 23:20-23).  Malaikat Allah benar-benar menjaga dan melindungi diri umatNya. Malaikat Allah adalah kekuatan ilahi yang selalu mendampingi setiap umat yang dikasihiNya. Namun mereka adalah kekuatan ilahi dan rohani, dan bukannya seperti seorang satpam atau paspampres.

'Janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia'. Bagaimana kita dapat memahami sabda ini mengingat  kedegilan diri kita yang sering bersikap munafik dan bahkan tak segan-segan mengelabui diri di hadapan sesama atau Tuhan? Namun tak dapat disangkal memang Tuhan Allah melindungi orang-orang yang lemah dan terbatas, termasuk anak-anak kecil yang memang mereka adalah sesama kita yang tak berdaya. 'Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu:  ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga', tegas Yesus sendiri. Allah melindungi setiap umatNya.

Kepercayaan akan keberadaan malaikat sebenarnya adalah kepercayaan akan kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa hidup kita. Kehadiran para malaikat yang nampak kuat dalam pengalaman umat beriman di masa Perjanjian Lama memang tetap menjadi acuan umat Perjanjian Baru dalam pergaulan hidup setiap hari. Peran seorang malaikat dalam diri setiap orang kemungkinan besar dipengaruhi oleh gambaran Allah yang bersifat sejarah kerajaan. Sebab bukankah Kitab Suci adalah pengalaman iman umat Allah dalam pergaulan dengan manusia? Pengalaman manusia mengandaikan tempat dan waktu di mana pengalaman itu terjadi.

Kiranya yang tak dapat disangkal adalah bahwa Kristus adalah selalu memperhatikan setiap orang, terlebih mereka yang lemah dan kecil, lagi tak berdaya. Kesewenang-wenangan kita terhadap mereka tak ubahnya perlawanan kita sendiri terhadap Tuhan yang  menjaga dan melindungi, melawan Dia sang Empunya kehidupan ini sendiri.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami sungguh bersyukur kepadaMu, Engkau begitu mengasihi kami dengan mengirimkan malaikat yang senantiasa menjaga dan memelihara setiap langkah hidup kami. Semoga kamipun semakin berani dalam mengasihi mereka yang kecil dan tersisih sehingga namaMu semakin dipermuliakan. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening