Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2015

Ef 2: 19-22  +  Mzm 19  +  Luk 6: 12-19

 

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.  Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

 

 

 

Meditatio

Kedua belas murid, yang disebut Rasul-rasul itu adalah Simon Petrus dan Andreas, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot. Mereka mempunyai martabat yang sama di hadapan Yesus. Apa kualitas pribadi mereka berbeda satu dengan lainnya? Mungkin saja bisa berbeda satu dengan lainnya. Kita dapat membayangkan sekarang ini siapakah Simon Petrus dengan kharakternya yang keras dan spontan itu. Yakobus dan Yohanes yang meminta kedudukan dalam kemuliaan kelak. Filipus yang sudah lama mengenal Kristus tetapi belum merasakan relasi sang Guru dengan Bapa. Bartolomeus yang sudah dikenal Yesus semenjak semula. Simon orang Zelot yang terkenal dengan semangat patriotiknya; dan siapa yang tidak teringat dengan Yudas Iskariot. Apakah yang secara istimewa pernah disebut dalam kitab suci tentang Simon Zelot dan Yudas Alfeus? Di hadapan Yesus, mereka semua sama. Mereka semua sungguh bernilai di hadapan Tuhan.

Tentunya kita semua, yang bahkan menikmati panggilan isitmewa sebagai 'kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru' (Ef 2: 19-20) boleh bangga dalam Tuhan, sebagaimana dikatakan Paulus. Penyataan ini sunguh-sungguh menegaskan bahwa kita menerima panggilan istimewa itu, bukan karena jasa usaha dan kebaikan kita, melainkan karena belaskasih Allah melalui para Rasul, yang secara khusus pada hari ini kita rayakan pestanya, yakni Santo Yudas dan Simon. Dalam Injil, tidak terdengar ceria mereka secara istimewa; tidak seperti Simon Petrus, Matius mantan pemungut cukai itu, atau Tomas yang menuntut tanda dari Yesus, atau malah seperti Yudas Iskariot.

Kalau boleh kita sebut, bahwasannya di hari pesta Santo Simon dan Yudas ini, kita Gereja umat Allah merayakan ke-tidak-ada-hebat-an manusia di hadapan Tuhan Allah dan sesame manusia, tetapi keberanian manusia dalam menanggapi belaskasih Allah yang memanggil dan mengutus kita semua. Sekali lagi Allah memilih kita, bukan karena jasa dan kebaikan kita, karena Allah sendiri berkenan memilih kita umatNya, orang-orang yang dikasihiNya. Kalau tokh kita dapat melakukan segala sesuatu dengan indahnya, dan bahkan berguna bagi sesame, semuanya itu bisa terjadi, bisa kita lakukan, hanya karena Yesus Kristus yang merahmati kita dengan kasih Allah. Kita dapat melakukan segala sesuatu hanya karena Yesus Kristus. Hendaknya kita bangga dalam nama Yesus Kristus.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami selalu untuk selalu berbagga hanya dalam namaMu. Sebab kami dapat melakukan segala sesuatu hanya karena Engkau merahmatinya, Engkau membantu kami.

Santo Simon dan Yudas, bantulah kami dengan doa-doamu, agar kami semakin rendah hati dalam mengabdi Yesus Kristus Tuhan kita, yang hadir dalam diri sesame. Amin.

 

  

 

Contemplatio

Kita adalah kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru' .

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening