Rabu dalam Pekan Biasa XXIX, 21 Oktober 2015

Rom 6: 12-18  +  Mzm 1  +  Luk 12: 39-48

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.  Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."  Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"  Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.  Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.  Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.  Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

 

 

 

Meditatio

'Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.  Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan', tegas Yesus kepada para muridNya. Kenapa  Anak Manusia datang pada waktu yang tidak disangka-sangka? Bukankah dengan diketahui kedatanganNya maka setiap orang akan mempersiapkan diri dengan baik? Kiranya nilai berjaga-jaga itu lebih baik, daripada persiapan hanya untuk menyambut kedatanganNya.

'Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?', sela Petrus terhadap Yesus. Mengapa Petrus berkata demikian? Apakah dia merasa kedatangan sang Anak Manusia hanya untuk mereka sendiri, yang mungkin sudah merasa sebagai komunitas yang dibentuk dan dibina oleh sang Guru?  Jawab Tuhan: 'siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang'. Seorang hamba yang selalu melaksanakan tugasnya dengan setia akan mendapatkan perhatian dari tuannya. Sang tuan akan mendapatkan penghiburan tersendiri bila para hambanya bekerja dengan baik.  'Aku berkata kepadamu', tambah Yesus, 'sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya'. Orang yang dipercayai akan mendapatkan perhatian lebih dari tuannya.  'Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia'. Orang yang tidak melakukan tugasnya dengan baik, yakni mereka yang tidak bertanggungjawab  akan mendapatkan hukuman yang sama beratnya dengan yang tidak setia.  

'Seorang  hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan'.  Dia memang harus dihukum, karena tidak bertanggungjawab. Sebaliknya,  'barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan'. Pengetahuan seseorang membuat orang semakin besar tanggungjawabnya.  'Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut'.

Dalam konteks kita ini, kalau kita berbicara tentang hamba sebenarnya hanya ingin menegaskan kepada siapa kita ini harus mengarahkan hidup kita. Kita berkata-kata tentang hamba hanya untuk menunjukkan keberundukan hidup kita ini kepada Tuhan. Bukankah kita ini milik Tuhan, tentunya baik kalau kita serahkan hidup kita ini hanya kepada Kristus Tuhan, sebagaimana ditegaskan Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma (bab 6). Tentunya kita juga harus berani ingat akan penegasan Paulus, bahwasannya segala anugerah yang baik dan indah itu disampaikan Tuhan kepada kita agar digunakan untuk pertumbuhan Gereja. Allah melengkapi umatNya dengan pelbagai anugerah agar semakin terwujudlah, bahwa Gereja yang kudus itu terpanggil kepada keselamatan kekal.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya kamipun diajar untuk semakin taat dan setia serta mengarahkan hidup kami kepadaMu, mampu mensyukuri setiap rahmat yang Kau limpahkan kepada kami dan berani membagikannya bagi mereka yang membutuhkan kami demi kemuliaan namaMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening