Rabu dalam Pekan Biasa XXVIII, 14 Oktober 2015


Rom 2: 1-14  +  Mzm 62 +  Luk 11: 42-46

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus diundang makan seorang Farisi tanpa takut Dia berkata: "celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.  Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.  Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya."

Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga."  Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.

 

 

 

Meditatio

'Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan', kecam Yesus ketika Dia diundang makan di rumah salah seorang Farisi. Berapalah memang persepuluhan dari aneka jualan? Bukankah persepuluhan itu tidak ubahnya pajak jualan sayur-sayuran? Namun apalah artinya kalau memang kita bisa membayar aneka persepuluhan, tetapi kita tidak bertindak adil, memandang rupa, dan tidak mau tahu dengan orang lain? Apalah artinya semua itu kalau kita tidak mau bersikap seperti Yesus yang selalu menaruh hati terhadap sesama? Cinta Allah tidak memandang bulu (bdk. Rom 2: 14).   

'Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar'. Apakah mereka itu memang begitu gila hormat? Apalah untungnya semuanya itu?  'Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya'. Mengapa Yesus menyampaikan perumpamaan ini? Apakah salah dan berdosa kalau kita menginjak-injak makam? Apakah melanggar kesopanan? Minimal sikap dan tindakan orang-orang Farisi yang munafik itu membuat banyak orang tersandung dan jatuh dalam dosa, mereka tidak mampu menempatkan diri sebagaimana adanya.

'Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga', sela seorang ahli Taurat yang hadir juga dalam makan bersama. Apakah para ahli Taurat itu bagian dari orang-orang Farisi? Atau mereka itu komunitas tersendiri? Namun tak dapat disangkal mereka itu adalah kaum Israel, yang secara istimewa mendalami kitab Taurat yang telah dituliskan oleh Musa. Mendengar komentar itu,  Yesus menjawab: 'celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun'. Mereka belajar kitab suci, tetapi tidak menghayati apa yang mereka pelajari. Bukankah dalam Perjanjian Lama sudah tersurat hukum cinta kasih? Bukankah hukum moral juga begitu keras mendapatkan perhatian? Tentunya apa yang dilakukan oleh para ahli Taurat itu sudah termasuk tindak kejahatan, karena menyengsarakan sesama manusia.

Kiranya kecaman Yesus tidaklah dimaksudkan untuk membeberkan dan mencari-cari kesalahan sesama, khususnya kaum Farisi, tetapi benar-benar dengan kasih mengajak setiap orang untuk berani bertobat dan bertobat, yakni dengan berani melakukan kasih Allah. Pertobatan mendatangkan rahmat dan berkat, sebab tegas Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma 'Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,  yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidak binasaan,  tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman' (Rom 2: 6). Tentunya kita berani memilih yang terbaik, yang mendatangkan kehidupan nan indah.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikan kami pelaku sabdaMu yang mampu memperhatikan sesama, sehingga melalui sikap hidup dan perbuatan kami orang lainpun mengalami Engkau di dalamnya. Ajarilah kami untuk selalu bertobat dan merundukkan diri di hadapanMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening