Sabtu dalam Pekan Biasa XXVIII, 17 Oktober 2015

Rom 4: 13-18  +  Mzm 105 +  Luk 12: 8-12

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda kepada para muridNya:  'Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.  Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.  Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan'.

 

 

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu: setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah', tegas Yesus. Apakah Yesus balas dendam? Apakah tidak ada pengampunan dari Yesus? Yesus selalu mengampuni setiap orang yang bertobat dan mau kembali kepadaNya. Yesus pun sepertinya juga tidak dendam, karena yang dimaksudkan adalah mereka yang secara sengaja tidak mengakui dirinya sebagai pengikut Kristus, bahkan bersembunyi dan melawan imannya itu, pasti Tuhan Allah juga tidak akan mengakui dia di hadapan para malaikatNya yang kudus. Dia tidak menikmati sukacita ilahi. Setiap orang yang mengikuti Kristus harus berani mengakui iman kepercayaannya dan menjabarkannya dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Mengikuti Kristus berarti berani bersaksi dan menampakkan dirinya benar-benar seseorang yang percaya kepadaNya.  

'Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni'. Apakah Roh Kudus lebih berkuasa daripada Anak Manusia? Bukankah Dia adalah Tritunggal yang Mahakudus? Benar. Menghujat Roh Kudus berarti menghujat dan melawan Tritunggal yang Mahakudus itu sendiri. Kalau Yesus mengatakan melawan Anak Manusia akan diampuni, sedangkan menghujat Roh Kudus tidak diampuni, hendak menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada umatNya. Dia yang mahakuasa malah mau datang menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Dia tidak menghukum. Dia malah merangkul setiap pendosa untuk kembali kepadaNya. Ketidakmauan orang untuk bertobat, dan meniadakan Roh Kudus, Roh dari KeduaNya, Bapa dan Putra, berarti sikap yang tegas hati yang tidak mau diselamatkan. Sebaliknya keberanian setiap orang untuk meminta dan meminta bantuan dan perlindunganNya, akan membuat dirinya merasa aman dan siap menghadapi kenyataan hidup dengan indahnya. Itulah maka Yesus menambahkan: 'apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan'.

Keberanian seseorang menunjukkan imannya membuat hidup semakin terasa indah dan mendatangkan berkat yang melimpah. Itulah yang dinikmati bapa Abraham sebagaimana disuratkan Paulus kepada umat di Roma (bab 4). Paulus mengajak kita agar kita juga mempunyai iman yang sama dengan Abraham, terlebih kita semua yang sudah menikmati karya penebusan Kristus. Iman kepada Kristus yang lebih menjanjikan itu kiranya semakin membuat kita untuk berani menghayatinya dalam keseharian hidup kita.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar semakin berani menyatakan diri sebagai anak-anakMu serta menjabarkannya dalam sikap hidup kami yang mencerminkan kehadiran Engkau di dalamnya bagi sesama.

Santo Ignatius, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening