Sabtu dalam Pekan Biasa XXX, 31 Oktober 2015

Rom 11: 25-29  +  Mzm 93  +  Luk 14: 1.7-11

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.  Ketika Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  "kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.  Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.  Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan".

 

 

 

Meditatio

Pada waktu makan bersama Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  'kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.  Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain'.  Sebuah penyataan agar para murid, kita semua tidak mudah mencari kehormatan dalam hidup bersama. Mencari perhatian dan kehormatan memang tak dapat disangkal merupakan kebutuhan kodrati setiap orang. Betapa malang nasib seseorang, kalau memang tidak mendapatkan perhatian dari siapun, atau dihiraukan oleh sesamanya. Namun kiranya, hendaknya sebaliknya setiap orang tidak mencari kehormatan diri sendiri. Jutru orang yang merendahkan diri akan mendapatkan berkat dari Tuhan, yang tak jarang berkat dan kasih itu datang lewat orang-orang yang ada di sekitar kita. allah tidak melemparkan berkat itu dari atas sana. Allah memberikan berkat dan pemberianNya melewati tangan-tangan yang penuh belaskasih dari orang-orang yang ada di sekitar kita.

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan', tegas Yesus. Dia menghendaki kita untuk berani merendahkan diri di hadapan sesame, sebagai wujud nyata perendahan diri kita di hadapan Tuhan. Mungkin ada orang merasa merendahkan diri di hadapan Tuhan, dan merasa yakin segala perintah Tuhan dilaksanakannya, sekali lagi perasaan diri, sebab memang  dia tidak mau tahu terhadap sesamanya? Dia begitu menyombongkan diri, dan merasa diri lebih hebat daripada orang lain? Kerendahan hati di hadapan sesame adalah wujud nyata perundukan diri seseorang di hadapan Tuhan. Kerendahan hati seorang Maria benar-benar diwujudkannya dalam perjalan hidupnya. Maria tidak segan-seganya mengikuti sang Putera, bahkan siap berdiri di samping kayu salib, yang semuanya dilakukan karena cinta kasihnya kepada sang Putera.

'Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa' (Luk 1: 51-53). Apakah ucapan Maria ini didengar dari malaikat yang mengunjungi dirinya? Kalau tidak, darimana Maria mendapatkan ilmu yang dimilikinya, sehingga mampu berkata-kata demikian? Adakah seseorang yang membisikannya? Kiranya tak dapat disangkal, semuanya itu bisa terjadi dan dengan mudah dilambungkannya karena memang Allah Tuhan sang Empunya kehidupan ada dalam dirinya. Dia hadir, dan 'Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya', tegas Maria yang mengalamiNya.  Seorang dapat berkata-kata tentang kebenaran, bila Allah ada di dalam dirinya.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami selalu, agar kami siap sedia mengamini sabda dan kehendakMu, mempunyai kerendahan hati dalam hidup sehari-hari, yang memang harus kami tampakkan dalam hidup sehari-hari. Sebab kami percaya kehadiranMu sungguh nyata dalam diri sesame kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening