Senin dalam Pekan Biasa XXIX, 19 Oktober 2015

Rom 4: 20-25  +  Mzm  +  Luk 12: 13-21

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari datanglah seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"  Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.  Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.  Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.  Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!  Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?  Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

 

 

 

Meditatio

'Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku', kata salah seorang yang mendengarkan pewartaan Yesus. Mengapa dia bertanya hal itu kepada Yesus? Mungkin dia begitu terpesona dengan kewibawaan sang Guru, maka dia bertanya tentang persoalan hidupnya. Sahut Yesus kepada orang itu: 'saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?'. Yesus sepertinya menolak dijadikan juru damai dalam kasus mereka. 'Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu', tegas Yesus. Yesus berkata demikian, karena sepertinya Yesus melihat ada sesuatu yang tidak beres dalam diri mereka. Banyak orang begitu mengandalkan kekayaan dalam hidupnya, bahkan dalam mengejar hidup rohani pun harta hendak ikut bermain. Itulah yang dicontohkan seorang kaya, sebagaimana kita renungkan beberapa hari, minggu yang lalu. Dia tidak mencuri, dia tidak berzinah, dia tidak merampok, tidak menipu, malah dengan rela menghormati kedua orangtua, yang semuanya itu dilakukan hanya karena adanya kekayaan dalam dirinya. Ketika kekayaan diminta oleh sang Guru, kecewa dan sedihlah dia. Orang boleh memiliki harta benda, tetapi kiranya keselamatan hidupnya hanya bergantung pada sabda Tuhan, dan bukan kekayaan yang dimilikinya.

'Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.  Ia bertanya dalam hatinya:apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.  Lalu katanya: inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.  Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!  Tetapi firman Allah kepadanya: hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?', tegas Yesus. Yang menentukan keselamatan adalah Allah, dan bukannya kekayaan. Yang mampu memberi keselamatan adalah Allah, dan bukan yang lain.  'Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah'. Kaya di hadapan Allah adalah sikap sering berjumpa dan berbincang-bincang dengan Allah sendiri.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami kaya di hadapanMu, dengan berani bergantung dan mengandalkan Engkau, yang membawa kami pada keselamatan kekal. Hanya padaMulah. Yesus, ada kehidupan dan keselamatan.  Amin

 

 

 

Contemplatio

''Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu'.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening