Senin dalam Pekan Biasa XXVIII, 12 Oktober 2015


Rom 1: 1-7  +  Mzm 98  +  Luk 11: 29-32

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.  Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

 

 

 

 

Meditatio

'Angkatan ini adalah angkatan yang jahat', tegas Yesus kepada orang-orang yang mengerumuniNya. Berani kali Yesus berkata demikian terhadap orang-orang. Apakah tidak takut Dia dirajam mereka? Mereka  adalah orang-orang jahat, karena  'mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus'. Mereka meminta bukti perutusan Yesus yang berani mengajar dan mengadakan aneka mukjizat. Mungkinkah kita juga akan ikut-ikut meminta tanda daripadaNya, jikalau kita hidup di jaman Yesus?  Mungkin saja, bukankah banyak di antrara kita suka ramai-ramai ke sana kemari, walau tidak tahu apa yang hendak kita ikuti. Namun tidaklah sekarang, sebab kami 'telah dipanggil menjadi milik Kristus' (Rom 1: 6). Itulah kata-kata tegas yang harus kita kumandangkan dalam keseharian hidup kita. Aku bukan yang dahulu; sekarang aku adalah pengikut Kristus.

 'Seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini'. Apakah Yesus memperlunak sikapNya? Bukankah Dia sudah berkata tidak akan memberi tanda selain tanda Yunus, mengapa Dia akhirnya akan menjadi tanda bagi angkatan yang jahat itu? Tidak dapat disangkal memang, kehadiran Yesus sendiri merupakan tanda kasih Allah yang menyelamatkan umatNya. Allah sendiri hadir dalam kehidupan umatNya. Berkat kehadiranNya semua orang akan sampai kepada Bapa di surga sang Empunya kehidupan ini. Dengan tegas Yesus menyatakannya:  'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku' (Yoh 14: 6).

'Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!'.  Kalau ratu pantai selatan saja dan juga Yunus mendapatkan perhatian, seharusnya Yesus mendapatkan perhatian lebih istimewa dari segala-galanya. Yesus tidak mendapatkan penghormatan dan kepercayaan dari orang-orang jamanNya, apakah karena Dia selalu tampil beda, yang tidak sesuai dengan gambaran orang-orang jaman itu? Sepertinya benar memang. Sebab tak dapat disangkal, Yesus selalu melawan hukum Sabat. Dia makan minum dengan  para pendosa. Dia bahkan berani melawan orang-orang yang duduk di kursi Musa. Yesus melakukan segala sesuatu yang tidak populer.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami kepadaMu, bahwa Engkaulah kehidupan dan sumber keselamatan. KehadiranMu ke dunia menjadi bukti kasihMu kepada kami. Ampunilah kami,  ya Yesus. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening