Senin dalam Pekan Biasa XXX, 26 Oktober 2015

Rom 8: 12-17  +  Mzm 68  +  Luk 13: 10-17

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.   Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.   Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."   Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.   Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."   Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?  Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"  Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Sabat adalah harinya Tuhan bagi orang-orang Israel, mengingat peristiwa penciptaan. Tuhan beristirahat setelah enam hari mencipta alam semesta dan segala isinya. Hari Sabat itu bagi Tuhan, dan apakah bukan bagi umat manusia juga?  Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Jaman itu dengan mudah mengatakan segala sakit dan kekurangan seseorang itu diakibatkan oleh gangguan roh. Apakah dilandasi juga bahwa Tuhan itu menciptakan segala-galanya baik adanya? Maka kalau ada yang sakit dan menderita semua itu karena gangguan roh jahat? Mungkin di jaman itu masih bisa dimengerti. 

Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: 'hai ibu, penyakitmu telah sembuh'.   Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Yesus tidak banyak bertaya-tanya. Yesus berkehendak, maka segalanya terjadi; dan itulah yang dinikmati oleh perempuan itu. Dia bergembira, karena mengalami berkatNya. Perempuan ini seperti sunguh-sunguh berhati mulia. Dia langsung bersyukur  atas rahmat dan kasih karunia yang telah diterimanya. Seharusnya demikianlah kita, yang mengaku diri sebagai anak-anak Allah (Rom 8: 14).  Ada yang bahagia, dan ada yang bersungut-sungut. Itulah kepala rumah ibadat gusar yang karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat; lalu ia berkata kepada orang banyak:  'ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat'. Dia tidak berani berkata-kata kepada Yesus, malah menyalahkan orang yang tadinya sakit. Salah sasaran dia. Kiranya juga maksud datang perempuan itu di hari Sabat untuk mendapatkan kesembuhan atau untuk berjumpa dengan Yesus. Inilah kejahatan kita juga: tidak berani menegur seseorang, tetapi mengarahkan kemarahan kepada orang lain, yang lemah dan tak berdaya.

Mendengar dan melihat peristiwa itu Tuhan menjawab dia, kata-Nya: 'hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?  Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?'. Munafik dan tidak tahu diri sunggguh mereka itu memang. Mereka ternyata pelanggar-pelanggar ulung di hari Sabat. Kalau benar-benar dihitung  berapa besar kesalahan dari gerakan yang ada: Yesus hanya memanggil ibu itu, meletakkan tangan atasnya, dan berkata penyakit telah sembuh; tetapi tidaklah demikian dengan orang-orang yang harus melepaskan lembu-lembu dan keledai yang mereka miliki dan memberinya minum, belum lagi menghela kembali ke kandang. Sungguh benar, merek adalah orang-orang munafik. Penyakit yang sama juga sering mengidap pada diri kita, yakni dengan mudah melihat selumbar di mata seseorang, tetapi tidak mau tahu dengan balok yang ada di kelopak mata kita.  Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu. Mereka sepertinya sadar dengan tonjokan kata-kata Yesus. Manakah yang diijinkan di hari Sabat menyelamatkan atau membinasakan sesama?

Tidakla demikian dengan  semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya. Dia menjadikan sega-galnya baik adanya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, seringkali memang kami ini bersikap munafik dan tidak tahu diri. Sebab kami tidak ingin orng lain lebih baik daripada kami. Kami mudah iri hati dan cemburu, kalau ada seseorang yang menerima karunia lebih indah daripada kmi.

Yesus bantulah kami untuk menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih kepadaMu. Amin.

 

  

 

Contemplatio

Semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening