Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, 22 November 2015


Dan 7: 13-14  +  Why 1: 5-8  +  Yoh 8: 33-37

 

 

 

Lectio

Dalam pengadilan umum itu Pilatus bertanya kepada Yesus: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?"  Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?"  Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."  Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."

 

 

 

Meditatio

'Engkau inikah raja orang Yahudi?', tanya Pilatus kepada Yesus. Mengapa dia bertanya demikian? Apakah Pilatus mempunyai keyakinan besar bahwa Orang Nazaret ini adalah seorang Ratu Adil,  mengingat semakin banyak orang yang mengikutiNya, dan sebaliknya orang-orang Israel sendiri gelisah terhadap kehadiranNya?  Jawab Yesus: 'apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?'. Yesus bertanya demikian, bukannya Dia tidak tahu isi hati Pilatus. Dia hanya menantang penguasa satu ini, beserta orang-orang Israel yang mendengarkan, apakah benar pertanyaan itu keluar dari dalam hati. Apakah Pilatus hanya ikut-ikutan,  atau juga karena kegelisahan dirinya akan adanya seorang Raja baru? Sahut  Pilatus: 'apakah aku seorang Yahudi?'.  Sebuah jawaban yang tidak mau tahu dengan keberadaan dirinya. Memang benar, Pilatus tidak mau tahu, karena memang dia bukan orang Yahudi. Namun tak dapat disangkal, dia juga sepertinya gelisah dengan gerakan mesianis yang dibawaNya.  'Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?'. Pertanyaan Pilatus memang tidak keluar dari hati, melainkan karena gerakan massa yang menghantarNya datang untuk dihadapkan pada dirinya. Kiranya Pilatus juga mendengar bahwa Orang Nazaret ini tidak membangkitkan isu makar yang menggoyangkan kekuasaan. Secara logis memang Pilatus tidak perlu menaruh perhatian kepada Orang Nazaret.

'Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini', sahut Yesus yang mulai membuka misteri kehidupanNya. Dengan jujur Yesus mengakui, bahwa Dia mempunyai Kerajaan. Yesus mempunyai kuasa. Namun KerajaanNya tidak seperti kerajaan yang dipimpin oleh Pilatus. Sebab  'jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini'. Kerajaan Yesus adalah Kerajaan yang tidak bersenjata. KerajaanKu bukanlah soal senjata. Kerajaan juga tidak mengurusi kepentingan kemakmuran, tidak membahas  soal makanan dan minuman yang beredar dalam pasar rakyat. KerajaanKu berbicara tentang 'kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus' (Rom 14: 17).

'Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah Raja', sahut Yesus tegas ketika Pilatus bertanya kepada-Nya: 'jadi Engkau adalah Raja?'. Benar katamu, Aku ini Raja. Entah bagaimana reaksi spontan Pilatus ketika mendengar jawaban itu, apakah dia terperanjat?  Atau malah menertawakan melihat seorang Raja yang tak berdaya.  Aku ini memang Raja, tegas Yesus menambahkan,  dan 'untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran'. Yesus secara sengaja malah datang ke dunia ini untuk menjadi Raja, bukan untuk menjadi Guru atau Pembuat mukjizat. Dia datang hendak menjadi Raja, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan ini. Dialah Alfa dan Omega (Why 1). Dialah Firman, dan 'Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan' (Yoh 1). Dia datang hanya semata-mata untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dan dunia beserta isinya (bdk Mrk 16). Hanya dalam Dialah kita beroleh keselamatan, karena memang Dialah Allah yang menjadi Manusia, dan tinggal di antara kita. Dialah Jalan, Kebenaran dan Hidup.

Dia datang untuk menjadi Raja, karena memang Dia hendak menarik kembali seluruh umat manusia menjadi milikNya. Karena memang dalam Dialah segala-gala tercipta. Dia menarik kembali karena Allah menghendaki semua orang beroleh selamat. Karena itu,  'setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku'. Hanya orang-orang yang merindukan keselamatan memang yang akan mendengarkan sabdaNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Raja kami, bantulah kami dengan kuasaMu untuk selalu berani merundukkan diri di hadapanMu. Ajarilah kami untuk selalu mengamini sabda dan kehendakMu, karena memang kami adalah oranag-orang yang merindukan keselamatan. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening