Jumat dalam Pekan Biasa XXXII, 13 November 2015

Keb 13: 1-9  +  Mzm 19  +  Luk 17: 26-37

 

 

 

 

Lectio

Yesus melanjutkan pengajaranNya, kataNya: 'sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.  Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.  Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.  Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.  Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.  Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.  Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.  Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan'.   Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

 

 

 

Meditatio

'Sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua', tegas Yesus. Orang yang tidak menaruh perhatian, dan bahkan tidak mengamini ajakan Nuh akan mengalami kematian tiba-tiba. Kedatangan Anak Manusia tanpa adanya persiapan apa-apa, tanpa adanya tanda-tanda yang mengingatkan dan mempersiapkan. Semuanya terjadi secara tiba-tiba.  'Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.  Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.  Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya'. Ketidakmauan orang untuk mendengarkan sabda Tuhan, sebagaimana terjadi pada jaman Lot, benar-benar mendatangkan celaka dan bencana. Ketidakmauan mendengarkan sabda Tuhan berarti seseorang tidak mau mendengarkan tanda-tanda yang sebenarnya sudah disampaikan Allah. Sabda Allah mengingatkan segala sesuatu.

Sebaliknya, 'barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali'. Pada hari itu, janganlah seorang pun merepotkan diri dengan aneka harta benda yang dimilikinya. Semuanya tidak akan menyelamatkan. Semuanya sudah tidak ada gunanya lagi.  'Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya'.  Perhatian hanya kita arahkan  kepada Tuhan Allah, yang memanggil kita. Dialah sang Empunya kehidupan.  

'Aku berkata kepadamu: pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.  Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan', tambah Yesus. Semuanya akan dipisahkan satu dengan lainnya. Pada saat itu, orang tidak akan kawin dan dikawinkan (Mat 22: 30). Orang akan hidup  tidak sebagaimana biasanya ketika hari dan saatnya belum tiba. Segalanya akan terjadi dan semuanya itu di luar scenario dan perkiraan manusia. Allah menentukan segala-galanya, dan segalanya terjadi seturut kehendakNya.  Kata mereka kepada Yesus: 'di mana, Tuhan?'.  Kata-Nya kepada mereka: 'di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar'. Tak ada yang tahu dan kapan itu terjadi. Semuanya bisa terjadi pada saatnya. Alam semesta sepertinya akan mengamini apa yang dikehendaki sang Pencipta.

Alam semesta mengamini sang Pencipta,  karena mereka adalah milikNya. Segala kemampuan dan keindahan yang dimiliki alam semesta adalah kenyataan akan keagungan sang Pencipta. Menikmati keindahan alam semesta mengandaikan setiap orang untuk terangkat ke atas, kepada sang Pencipta alam semesta ini, dan bukannya malah berhenti dan tenggelam di dalamnya. Kekaguman akan alam semesta hendaknya tidak membuat seseorang memuja-mujanya dan menganggap dia kekuatan segala-galanya. Mereka itu hanya ciptaan dari sang Pencipta. Sungguh kebodohan yang luar biasa bila melihat bagian dari alam semesta ini sebagai sumber segala kekuatan (bdk Keb 13).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, lewat sabdaMu hari ini kiranya membuat kami semakin mengarahkan hidup hanya kepadaMu, mengutamakan dan mengamini sabdaMu yang mendatangkan keselamatan bagi kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya'.

 









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening