Jumat dalam Pekan Biasa XXXIII, 20 November 2015


1Mak.4 + 1Taw.29 + Luk.19:45-48

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kataNya kepada mereka: "Ada tertulis: RumahKu adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."  Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepadaNya dan ingin mendengarkan Dia.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari  Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ. Mengapa Yesus begitu marah dan mengusir pedagang di situ? Bukankah Yesus selalu penuh belas kasih? Ada gerangan apakah yang membuatNya begitu marah, sehingga Dia berkata:  "Ada tertulis: RumahKu adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun".  Rumah doa dijadikan sarang penyamun? Tempat yang seharusnya di mana orang-orang bertemu dengan Tuhannya dijadikan tempat untuk merampok sesuatu yang bukan menjadi haknya. Mereka, penukar uang dan penjual binatang persembahan, melakukan penukaran mata uang dan menjual binatang persembahan dengan harga yang berlipat-lipat harganya, para peziarah yang kebanyakan adalah orang kecil, terpaksa harus membeli, karena ada ketentuan kekudusan dari barang persembahan.  Sungguh luar biasa penyalahgunaan fungsi yang terjadi di sini, pantas Yesus begitu marah melihat itu semua. Rumah Tuhan bukanlah menjadi perhatian utama, malah sebaliknya sarana bantu persembahan menjadi permainan pasar yang menghantam setiap orang yang memerlukannya. Maksud baik mereka untuk menolong sesame yang memerlukan bantuan, malah menjadi kesempatan mencari keuntungan diri sendiri. Inilah alasan moral yang sepertinya dipakai Yesus untuk menegur mereka.

Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Setelah mengembalikan fungsi tempat itu sebagai pusat karyaNya di Yerusalem, Yesus setiap hari mengajar di situ. Tentunya sebelumnya ini,  Yesus sudah beberapa kali ke Yerusalem dan mengajar, sehingga begitu banyak orang yang mendengarkan Dia. Tetapi Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, karena kedudukan mereka terancam dengan kehadiran Yesus. Peran mereka tidak mau diganggu gugat dengan kehadiran Orang Nazaret. Mereka adalah orang-orang pilihan Allah, tetapi tidak mau menikmati keterpilihan mereka, karena ternyata Orang yang berasal dari luar komuitas mereka ini lebih pandai dan tentunya lebih suci. Mereka hendak menghilangkan Orang nomer satu di Nazaret, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepadaNya dan ingin mendengarkan Dia. Rakyat begitu gembira karena mereka telah terbebas dari penindasan yang berlangsung selama ini dan dapat mendengarkan pengajaran Yesus, seperti yang dikatakan dalam 1 Mak 4: 58:  'segenap rakyat diliputi sukacita yang sangat besar. Sebab penghinaan yang didatangkan orang-orang asing itu sudah terhapus'. Di mana Tuhan hadir selalu ada sukacita dan keselamatan di dalamnya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kasihMu dalam hidup kami, kiranya kami semakin menyadari tugas kami dan menjadi pribadi yang sesuai dengan kehendakMu, agar kehadiran kamipun mendatangkan sukacita bagi setiap orang. Amin

 

 

Contemplatio

'Seluruh rakyat terpikat kepadaNya dan ingin mendengarkan Dia'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening