Kamis dalam Pekan Biasa XXXI, 5 November 2015


Rom 14: 7-12  +  Mzm 27  +  Luk 15: 1-10

 

 

 

 

Lectio

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." 

Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

 

 

 

Meditatio

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.  Siapakah yang dimaksudkan dengan mereka itu? Para pemungut cukai tentunya mereka para pegawai kantor cukai. Karena galaknya mereka dalam menagih uang dengan makan bunga tinggi yang membuat mereka dicap sebagai kaum pendosa. Lalu siapakah dengan mereka yang juga disebut sebagai orang-orang berdosa? Tak dapat disangkal, mereka adalah orang-orang yang harus dijauhi masyarakat; tidak layak bergaul dengan mereka kaum pendosa itu. Justru mereka malah datang kepada Yesus untuk mendengarkan pengajaranNya, dan demikian juga Yesus, membiarkan mereka datang dan mendengarkan. Seorang Guru malah mau bergaul dengan kaum pendosa. Inilah yang sulit dimengerti oleh mereka.  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka'. Bukankah orang baik harus bergaul dengan orang baik? Bukankah seorang Mesias itu datang untuk mencari orang-orang yang layak diselamatkan?

Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  'siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.

Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan'.

Dari perumpamaan itu amat jelas, Yesus datang ke dunia untuk berbagi keselamatan. Keselamatan itu tidak diperuntukkan bagi sekelompok orang, tetapi untuk seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Allah menghendaki semua orang selamat, dan tak seorang pun binasa. Kepada mereka yang telah jatuh dalam dosa pun diwartakan sabda sukacita, dan malah mereka diminta untuk berani bertobat dan bertobat, kembali kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Kaum berdosa pun dicari dan dicariNya, karena kita semua adalah milikNya. Allah menciptakan manusia, dan kita semua manusia itu milik yang paling dikasihiNya. Kita diciptakan sesuai dengan gambarNya, dan bukan seperti ciptaan-ciptaan lainnya. Mereka semua malah diserahkan kepada manusia untuk dikuasainya. Sungguh wajarlah, kalau Yesus Kristus datang ke dunia ini juga menerima kedatangan kaum pendosa, karena mereka memang diharapkan oleh Allah agar mau bertobat dan kembali kepada keselamatan. Pertobatan adalah bentuk pertanggungjawaban seseorang akan hidupnya, sebagaimana dilansir oleh Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma (bab 14)

'Aku berkata kepadamu: demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'. Penyataan ini bukannya meremehkan orang-orang yang sudah hidup suci dan benar, melainkan sebagai ucapan bahagia dan gembira atas kembalinya mereka untuk menikmati keselamatan. Sekali lagi, kalau kita saja merasa bergembira bila menemukan sesuatu yang hilang, karena memang itu milik kita, betapa demikian juga gembira dan sukacitanya Allah yang menemukan kembali  orang-orang yang menjadi milikNya. 'Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat'.

Kalau orang mati saja tetap menjadi milik Tuhan, demikian tentunya kita yang masih hidup ini. Hidup atau mati, kita milik Tuhan (Rom 14). Aneka kekurangan kita manusia tidak menjadi perhitungan bagi Allah. Allah menerima kita apa adanya. Allah hanya menghendaki agar kita selalu berani mengamini sabdaNya sebagai wujud konkrit pertobatan kita. Pertobatan membuat kita semakin hidup dan berkenan kepadaNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kasihMu yang begitu besar kepada kami, Engkau tidak pernah membiarkan kami lepas atau binasa, Engkau selalu mencari dan memanggil kami untuk kembali kepadaMu, sebesar apapun dosa kami Engkau hapuskan. Terima kasih ya Yesus, Puji dan syukur hanya kepadaMu ya Tuhan. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu: demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening