Kamis dalam Pekan Biasa XXXII, 12 November 2015


Keb 7:22 – 8:1  +  Mzm 119  +  Luk 17: 20-25

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu  hari  atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,  juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." 

Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.  Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.  Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.  Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini".

 

 

 

Meditatio

Kapan Kerajaan Allah itu datang? Atas pertanyaan itu, Yesus berkata: 'Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,  juga orang tidak dapat mengatakan: lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu'. Kerajaan Allah sudah datang dan ada di tengah-tengah kita. Kristuslah sang Penguasa Kerajaan itu memang telah datang dan tinggal dalam diri kita. Keberanian kita untuk membiarkan Kristus tinggal dan meraja dalam diri kita, membuat Kerajaan Allah benar-benar akan kita rasakan kehadiranNya. Kerajaan Allah bukanlah soal makan dan minum, bukan pula soal keramaian, melainkan soal kedamaian, kebenaran dan keadilan dalam Allah.

'Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya', tambah Yesus kepada para muridNya. Ada keinginan untuk melihatNya, tetapi mereka terhalang, dan sepertinya tidak akan terjadi keinginan itu. Kenapa? Yesus tidak menjelaskannya, malah Dia menambahkan: 'orang akan berkata kepadamu: lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut'. Kehadiran Anak Manusia tidaklah sesuai dengan gambaran manusia, yang memang ingin mencari kepuasan diri. Mereka malah mempunyai gambaran,bahwa seorang Mesias itu akan mengikuti keinginan umatNya, karena bukankah Dia akan menyelamatkan. Menyelamatkan manusia itu berarti sang Mesias mengikuti keinginan umatNya. Keselamatan itu sama dengan kepuasan dan kenyamanan diri umatNya. Itulah gambaran banyak orang.  'Sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya', tegas Yesus. Anak Manusia berada di luar konsep manusia. Anak Manusia tidak berada dalam kendali orang-orang yang dikasihiNya. Malah, 'Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini'. Mengikuti Yesus dan menjadi muridNya berarti menerima kenyataan bahwa Anak Manusia itu Manusia yang menderita.  Bukankah Yesus mengundang setiap orang untuk berani menyangkal diri, memanggul salib dan mengikutiNya? Ketidakmauan seseorang untuk memanggul salib tak ubahnya seperti sikap Simon Petrus yang hanya memikirkan diri sendiri (Mat 16). Pikiran iblis!

Injil hari ini mengajak kita untuk semakin mengikuti alur pemikiran Allah, dan bukan berputar pada pikiran diri sendiri. Memahami pikiran Allah tak ubahnya kita berpikir seperti Allah. Barangsiapa berpikir demikian dia akan menjadi orang bijak milik Allah, dan bukan bijak milik diri sendiri. Betapa indahnya kita mempunyai kebijaksanaan Allah. Sebab kebijaksanaan sejati adalah 'pernafasan kekuatan Allah, dan pancaran murni dari kemuliaan Yang Mahakuasa. Karena itu tidak ada sesuatupun yang bernoda masuk ke dalamnya.  Karena kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda dari kegiatan Allah, dan gambar kebaikan-Nya'.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingi dan mampukan kami agar dapat membuka hati membiarkan Engkau tinggal dan meraja di dalamnya, serta berani menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Engkau. Semakin peka terhadap orang lain dan mau berkorban demi kemuliaan namaMu.

Santo Yosafat, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini'.

 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening