Kamis dalam Pekan Biasa XXXIII, 19 November 2015


1 Mak.2:15-29 + Mzm 50 + Luk. 19:41-44

 

 

 

Lectio

Dalam perjalananNya menujuYerusalem dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kataNya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

 

 

 

 

Meditatio

Dalam perjalananNya menuju Yerusalem dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya.  Rupanya Yesus berada di daerah yang lebih tinggi daripada kota Yerusalem, sehingga ketika mau memasuki gerbang kota dari jauh sudah kelihatan kotanya. Bagi yang sudah pernah ziarah ke Holyland tentunya dapat membayangkannya, betapi indah kota itu dari dataran Bukit Zaitun. Bagi saya pribadi memang hanya terbayang saja, di mana kota itu. Tetapi mengapa Ia menangisinya?  Dan kataNya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Apa maksud Yesus dengan penyataanNya tersebut? Damai sejahtera yang seperti apa yang ditawarkan kepada mereka? Kalau dilihat dari bacaan sebelumnya ketika Yesus memasuki kota Yerusalem, Yesus disambut dengan meriah dan penuh dengan sorak sorai, mereka menyambutNya dengan gembira dan memuji Allah, karena segala mukjizat yang telah dilakukan Yesus, dengan harapan akan lebih banyak lagi mukjizat yang akan terjadi di Yerusalem nanti. Di balik penyambutan yang mengelu-elukan Yesus, ada pihak-pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Yesus, karena Yesus dianggap membahayakan posisi mereka. Ada penghianatan di balik penyambutanNya,  ketika Yesus memasuki Yerusalem. Yesus meratapi kebutaan Yerusalem terhadap bukti-bukti rencana Allah bagi dirinya. Sehingga Yesus mengatakan:  'tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu'. Sebab memang Dia telah dating dan ada di tengah-tengah umatNya, tetapi mereka semua tidak mau merasakan kehadiranNya. Allah ada di tengah-tengah umatNya, tetapi mereka orang-orang yang dikasihiNya, malah membiarkan Dia melintasi kotaNya.  

'Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau".  Yesus menubuatkan kehancuran Yerusalem seperti dulu ketika kota itu tidak mau mendengarkan nabi Yeremia (Yer.8:18-22).   Sekarang kejadian terulang, di mana mata mereka buta oleh kekuasaan dan tidak melihat kerajaan sesungguhnya yang ditawarkan Yesus dalam hidup mereka.

Refleksi bagi kita masing-masing, sudahkah kita menyadari itu semua dan berpaling kembali kepadaNya? Siap dan teguh dalam melawan tawaran duniawi yang menyesatkan? Seperti yang dikatakan Matatias : 'Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi seri baginda dan masing-masing murtad dari ibadah nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah-perintah seri baginda, namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami' (1Mak 2:19-20).  Matatias berkata demikian karena dia ingin menikmati kehadiran Tuhan yang dengan setia mendampinginya. Matatias merasakan bahwa hanya dalam Tuhan, dia dan kerabatnya menikmati sukacita.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, tolonglah kami agar tidak terjerat dalam kekuasaan duniawi yang akan menghancurkan kami. Tetapi sebaliknya, lewat sabdaMu, kami semakin mengerti dan melakukan kehendakMu yang membawa kami pada keselamatan kekal. Amin

 

 

 

Contemplatio

"Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu"!








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening