Kamis dalam Pekan Biasa XXXIV, 26 November 2015


Dan 6: 12-28  +  Mzm  +  Luk 21: 20-28

 

 



Lectio

Dalam pengajaranNya kembali Yesus menegaskan : "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu. Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat".

 

 

 

 

Meditatio

 'Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat', tegas Yesus yang meramalkan kehacuran Yerusalem. Mengapa Yesus meramalkan? Bukankah banyak orang bangga terhadap Yerusalem. Bukankah Yerusalem Kota Raja Agung? Walau tak dapat disangkal memang, Yesus meratapi Yerusalem, karena ketegaran hati penduduknya yang mencari kepuasan diri.  'Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu'. Itulah tanda-tanda kehancuran bagi kota Yerusalem yang dibanggakan. Semuanya harus terjadi. Orang-orang tak berdosa pun terkena dampaknya. Kehancuran Yerusalem sekaligus hendak menunjukan dimensi social dosa yang mampu menghantam ke sana ke mari.

'Akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang'. Apakah kehancuran juga memberi tanda adanya akhir jaman?  Kehancuran Yerusalem bukanlah kehancuran akhir jaman, tetapi tak dapat disangkal sepertinya semuanya itu bisa terjadi, bila memang orang-orang yang dicintaiNya membuang diri daripadaNya.  Bukankah Yesus juga pernah menubuatkan hal yang sama tentang terjadinya kecelakaan pada Menara Siloam?  Ketakutan, kecemasan akan segala sesuatu yang akan terjadi menimpa bumi memang akan muncul.  Semua itu kembali mengingatkan kita bahwa tidak ada yang baka, semuanya fana yang ada di dunia ini. 'Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu'  (Luk 21: 33).

Kemudian Yesus meneruskan : 'pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat'.  Setiap orang pada waktu itu, tentunya juga kita sekarang ini, diminta untuk tetap mengarahkan hidup ini pada Anak Manusia, sang Empunya kehidupan. Bahwa Dia hadir dalam diri umatNya; rahmatNya tidak hanya datang dalam peristiwa yang menggembirakan tetapi juga dalam kesulitan. Jika kita tetap menaruh harapan kepadaNya pasti ada berkat indah di dalamnya.  Ada baiknya kalau kita mengarahkan hati hanya kepadaNya, agar kitapun terbawa dan menikmati hidup kekal bersama denganNya. Hal yang sama juga  dialami Daniel yang setia dan tekun berdoa pada Tuhan, dia tidak takut ketika diancam dan dilemparkan ke dalam goa singa, Tuhan menyertai dan menyelamatkannya. Daniel tidak takut terhadap aneka tantangan, malah dia berbangga, katanya: 'Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan' (Dan 6). Iman Daniel malah menjadi panutan banyak orang untuk memuji dan memuliakanNya. 'Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.  Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa'.

Hal yang sama memang pernah dikatakan sendiri oleh Yesus: 'hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga' (Mat 5: 16).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur sebab Engkau Allah yang hidup, yang selalu hadir dan menopang kami. Kiranya kami semakin hari semakin berani mengarahkan hidup hanya kepadaMu dan menikmati hidup kekal kelak bersamaMu. Amin



Contemplatio

'Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening