Minggu dalam Pekan Biasa XXXIII, 15 November 2015


Dan 12: 1-3  +  Ibr 10: 11-14  +  Mrk 13: 21-32

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus berkata: 'pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya  dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.  Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.  Dan pada waktu itu pun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.  Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.  Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.  Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja'.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Yesus berkata: 'pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya  dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang'. Sebuah gambaran yang diberikan Yesus dalam menyatakan apa yang akan terjadi kelak. Gaya Bahasa apokaliptis, yakni penggunaan lambang dan symbol yang menggambarkan akhir jaman. Kitab Wahyu dan Daniel adalah sabda Tuhan yang berada apokaliptis. Kehancuran alam semesta digambarkan dengan berjatuhannya aneka bintang, matahari dan bulan tidak bercahaya lagi. Pada saat itulah,  'orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya'. Semuanya itu terjadi, karena memang anak Manusia adalah sang Empunya kehidupan dan segala ciptaan ini. Dia penuh kuasa.  'Pada waktu itu pun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit'. Seluruh umat pilihan dikumpulkanNya dari segala penjuru dunia. Siapakah orang-orang yang dipilihNya itu? Tidak tahu, kita tidak mampu menghafalnya. Namun tak dapat disangkal, mereka adalah sebagian dari orang-orang yang dikasihi dan dipanggilNya. Bukankah Yesus pun pernah mengingatkan: 'banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih' (Mat 22: 14). Apakah orang-orang pilihan itu adalah mereka yang namanya tersurat dalam kitab kehidupan sebagaimana dikatakan dalam nubuat Daniel? (bab 12: 1) Apakah kita termasuk orang yang dipilihNya, sebab bukankah kita adalah orang-orang yang telah dikuduskan dan disempurnakan oleh kurban Kristus sendiri, sebagaimana dikatakan oleh surat kepada umat Ibrani?  (bab 10: 14)

'Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.  Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu'. Apakah penyataan Yesus ini tidak berlawanan dengan apa yang pernah disampaikan bahwa Kerajaan Allah datang tanpa disertai dengan tanda-tanda? (Luk 17) Apakah kehancuran alam semesta menjadi tanda-tanda bahwa Anak Manusia akan datang?  'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi'. Dengan mengatakan  angkatan ini,  apakah yang dimaksudkan adalah mereka yang mendengarNya langsung pada waktu itu? Atau apakah memang yang dimaksudkanNya adalah setiap orang yang mendengarkanNya? Sebab apalah artinya terjadi kehancuran, kalau angkatan itu sudah tidak ada lagi? Untuk siapa lagi Anak Manusia datang? Bukankah Dia akan mengumpulkan orang-orang pilihanNya? Kemungkinan besar  angkatan ini adalah semua orang yang pernah mendengarkanNya. Termasuk kita tentunya! Kiranya yang hendak dikatakan kehancuran yang menakutkan itu akan datang di jaman kita. Kita akan merasakan, kita akan mengalaminya.  

Matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya  dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Semuanya akan tetap terjadi. Semuanya akan berlalu dan lenyap.  'Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu'. SabdaNya tidak akan berlalu, karena memang sabda Tuhan adalah kehendak Tuhan Allah sendiri. Segala yang dikehendaki itulah yang disabdakanNya. Barangsiapa yang mengamini sabdaNya tentunya tidak akan berlalu juga. Sabda Allah adalah keabadian. Orang-orang pilihan adalah orang yang berani datang, karena memang mereka diundang oleh sang empunya pesta perjamuan itu sendiri (Mat 22). Kapan reruntuhan itu terjadi? Kapan Anak Manusia itu datang? Yesus menegaskan:  'tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja'. Anak Manusia yang datang hanya untuk melakukan kehendak Bapa di surga yang mengutusNya, tidak juga mengetahuiNya. Anak adalah Anak, dan Bapa adalah Bapa. Anak dan Bapa itu berbeda, tetapi Anak ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam  Anak.

Ada baiknya kita selalu mengamini perkataan Anak Manusia, agar kita tidak berlalu bersamaNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sabdaMu adalah kekal, kiranya kami berani mengamini sabdaMu dan melakukannya, agar kami senantiasa siap dalam menantikan kedatanganMu dan menikmati hidup kekal bersamaMu kelak. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening