Peringatan Mulia Semua Orang Beriman, 2 November 2015

2Mak 12: 43-46  +  1Kor 15: 12-34  +  Yoh 6: 37-40

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus bersabda: 'semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.

 

 

 

Meditatio

'Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'. Sebuah penegasan Yesus bahwasannya orang-orang yang telah diserahkan kepadaNya sungguh-sungguh menjadi milikNya, dan akan selalu dipertahankanNya. Yesus menghendaki semua orang beroleh selamat, dan tidak seorang pun binasa. Yesus merasa memiliki umatNya dengan teguh, karena memang Bapa sang Pencipta telah menyerahkan pada diriNya, dan Dia sendiri telah menebusnya denga turun ke alam maut, guna membebaskan kita umatNya dari kuasa kegelapan.  'Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku'. Yesus tidak melakukan kehendak diri sendiri. Dia hanya melakukan kehendak Bapa, karena Bapa dan Putra adalah Satu. Bapa ada dalam Putera, dan Putera ada dalam Bapa. 

'Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, pertama, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman'. Kematian akan dirasakan oleh setiap orang yang percaya kepadaNya, tetapi tak dapat disangkal, kebangkitan jiwa dan badan akan menghidupkan kembali setiap orang yang percaya kepadaNya, kematian hanya akan mengakhiri hidup seseorang dalam perjalannya di dunia ini. Kedua,  'supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.  Yesus bukan hanya menyelamatkan orang-orang yang hidup sejamanNya, tetapi juga setiap orang yang percaya kepadaNya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat tapi percaya (Yoh 20: 29). Dia datang bukan hanya menyelamatkan orang-orang yang memang smenjak semula menjadi pilihanNya, yakni bangsa dan keturunan Israel, tetapi untuk seluruh umat manusia yang percaya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini. Setiap orang yang percaya kepadaNya akan menikmati keselamatan abadi, yang mana  'Aku membangkitkannya pada akhir zaman', tegas Yesus.

'Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.  Kapan akhir jaman? Apakah kita harus menunggu sampai segala-galanya berlalu? Memang kita harus menunggu akhir jaman berlalu. Namun tak dapat disangkal, bukanlah tekanan dikenakan pada waktu dan tempat, karena kita tidak terikat lagi dengan ruang dan waktu, tetapi lebih pada kepercayaan kepada Kristus Tuhan. Mengapa? Karena Dialah Putera sulung kebangkitan (1Kor 15). Paulus menambahkan dalam suratnya itu: 'sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus, tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya' (22-23). Akhir jaman pribadi setiap individu berbeda satu dengan lainnya. Mungkin kita merasakan perbedaan waktu yang begitu panjang antara yang dengan yang lain, tetapi tak dapat disangkal, seribu tahun itu sama dengan satu hari bagi Dia sang Empunya kehidupan ini. Pemahaman inilah yang kiranya semakin membuat kita mengerti bahwa ada banyak saudara-dan saudari kita telah menikmati kemuliaan surgawi bersamaNya, sebagaimana kita renungkan di hari Minggu kemarin.

Bagaimana dengan mereka yang belum menikmati kemuliaan surgawi? Kita berdoa dan berdoa bagi mereka. Bukankah kita masih percaya akan belaskasih Tuhan bagi setiap orang yang telah meninggal, yakni api penyucian, di mana setiap orang diberi kesempatan untuk dikuduskan dan dimurnikan dirinya oleh kasih Allah. Kasih Allah mengatasi segala. Ada baiknya, bagi mereka yang harus dimurnikan oleh Allah itu, kita persembahkan doa-doa yang merupakan korban tebusan dan silih yang sejauh dapat kita lakukan (2Mak 12: 45). Allah sendiri menghendakinya melalui Makabe, sekali lagi hanya karena kasih Allah kepada umatNya. Kita mendoakan mereka, sebab bukankah baik hidup atau mati kita ini milik Tuhan? Mengapa kita harus berdiam diri, bila kita melihat orang yang tak berdaya? Doa-doa di hari peringatan mulia semua arwah orang beriman adalah persembahan kurban silih kita bagi mereka, dan ini merupakan pikiran yang mursid dan saleh kita.  Kita sewarga dengan mereka, baiklah kami kita mendoakan mereka.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau telah memanggil banyak saudara dan saudari kami dengan peristiwa kematian. Kami percaya Engkau yang telah memanggil saudara-dan saudari kami, Engkau pula yang akan memberikan tempat mulia bagi mereka. Janganlah Engkau memperhitungkan dosa mereka, ya Tuhan, tetapi rahimilah mereka dengan belaskasihMu. Amin.

 

 

 

 

Contemplatio

'Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'.  

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening