Pesta Santo Andreas, 30 November 2015

Rom 10: 9-18  +  Mzm 19  +  Mat 4: 18-22

 

 

 

Lectio

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."  Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.  Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

 

 

 

Meditatio

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Kenapa Yesus menyusur daerah pantai? Apakah Yesus secara kebetulan saja berjumpa dengan Petrus dan Andreas? Tentunya tidak hanya dua orang bersaudara itu saja yang dijumpai Yesus ketika melintasi jalan itu. Secara sengaja memang Yesus menemui kedua bersaudara. Petrus dan Andreas adalah orang-orang pilihanNya.  Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Petrus dan Andreas bukanlah orang-orang gunung.

Petrus dan Andreas hendak dijadikan penjala ikan, agar banyak orang mendapatkan keselamatan, sebab bukankah keselamatan tumbuh dari kepercayaan. Namun 'bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?  Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?' (Rom 10). Penjala ikan memang sepertinya mengajak orang menikmati keselamatan yang dikehendaki Allah semenjak semula.

'Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia', kata Yesus kepada bersaudara itu. Dan mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Apakah mereka berdua mengerti apa yang dimaksudkan Yesus sebagai penjala ikan? Apakah memang mereka sadar benar apa itu penjala manusia?  Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia. Mengapa Yesus secara sengaja memanggil orang-orang yang bersaudara? Apakah persaudaraan sedarah sedaging mempunyai makna istimewa dalam mengikuti Yesus? Bukankah Yesus juga akan mengobrak-abrik keluarga dalam mengikuti diriNya, karena memang Dia datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang? Mengapa persaudaraan insani mendapatkan perhatian dari sang Guru? Apakah memang mengikuti Yesus berani meninggalkan segala-galanya, termasuk kedua orangtua? Benar juga memang seperti pernah dikatakan sendiri, bahwa barangsiapa mengasihi orangtuanya lebih daripadaNya tidak layak menjadi murid-muridNya? Persaudaraan bagaimana yang hendak dibagikan Yesus dalam mengikuti diriNya? Bukankah sebagaimana dikatakan Paulus juga kepada umat di Roma, bahwa 'tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan' (Rom 10: 12-13).

Yesus memanggil para muridNya agar mereka terlibat dalam karya pewartaan sabda dan kehendakNya. Setiap orang yang pernah mendengarkan sabdaNya, tentunya juga diminta untuk mewartakan sabda Allah. Kita terpanggil juga sebagai penjala ikan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya kami semakin mengerti kehendakMu dan siap dalam nenanggapi panggilanMu.

Santo Andreas, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia'.

 

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening