Rabu dalam Pekan Biasa XXXIII, 18 November 2015


2Mak 7: 1,20-30 + Mzm 17 + Luk. 19:11-28

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari  untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataanNya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalananNya ke Yerusalem.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari,  untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataanNya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Sungguh ironis, pengajaran-pengajaran dan mukjizat yang Yesus lakukan selama ini tidak membuat orang-orang yang mengikuti Dia mampu melihat dan memahami siapakah Yesus itu. Mereka tidak mampu melihatNya sebagai Mesias dan masih memikirkan tentang kerajaan duniawi.  Apakah mereka benar-benar melihat Yerusalem sebagai Kerajaan Allah?  Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Ini adalah suatu cerita yang didasarkan pada peristiwa historis, ketika Herodes Agung meninggal dan meninggalkan kerajaannya terbagi antara Herodes Antipas, Herodes Filipus dan Archelaus, di mana waktu itu rakyat tidak menghendaki Archelaus menjadi raja.

Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Apakah tuan ini telah bertindak bijaksana terhadap hamba-hambanya? Apakah dia tuan yang murah hati?  Apakah tuan ini menggambarkan sifat Allah yang murah hati, tidak pernah memaksa dan memberikan kebebasan kepada umatNya dalam mengembangkan talenta yang telah diberikan?

Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Sungguh keras tuan ini, tidak adakah belas kasih dalam hatinya terhadap hamba yang satu ini? Seberat itukah hukuman yang harus dia terima hanya karena dia tidak menjalankan perintah tuannya?  Seperti itulah kiranya kalau kita tidak mentaati perintah Allah. Perintah tuan itu di sini memberi pelajaran bagi kita, bahwa ada ujian yang diberikan, apakah seseorang setia terhadap tugas kecil yang diberikan kepadanya. Orang yang setia pada hal-hal kecil tentunya juga akan semakin setia lagi dengan tugas besar yang diberikan kepadanya. Kesetiaan memberi jaminan bahwa tugas dan tanggungjawab dapat terlaksana atau tidak. Yesus mau mengatakan, bahwa yang setia akan semakin lagi menikmati rahmat dan berkat, sebaliknya mereka yang tidak setia, ada suatu hukum kehidupan yang keras, yang harus diterimanya.  Seumpama seseorang mempunyai kemahiran yang sering dipraktekkan maka dia akan semakin hebat, tetapi bagi yang tidak mempraktekkannya maka lama kelamaan kemahirannya akan menghilang.

Apakah kita mau menjadi orang-orang yang menolak kerajaanNya? Apakah kita mau menjadi binasa? Yerusalem menjadi tujuan akhir dari Yesus, kiranya itu juga menjadi tujuan akhir dari hidup kita juga, yaitu menikmati hidup kekal bersamaNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami untuk selalu setia terhadap tugas dan tanggungjawab dalam hidup kami, agar kami dapat melakukan setiap hal,  sekecil apapun dengan setia dan sepenuh hati. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya'.



 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening