Sabtu dalam Pekan Biasa XXXI, 7 November 2015

Rom 16: 22-27  +  Mzm 145  +  Luk 16: 9-15





Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus:  Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.

 

 

 

Meditatio

'Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain', tegas Yesus. Mana mungkin seseorang mengabdi dua tuan memang? 'Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon'. Mamon bukanlah sebatas pada kekayaan yang dimiliki seseorang, melainkan pada sikap yang mengandalkan kekuatan diri, dan memaksa seiap orang yang ada di sekitarnya dan berelasi dengannya menyembah dirinya. Mammon membuat orang mendapatkan kuasa dan penghormatan, yang semuanya itu diperolehnya dengan paksa, mammon membuat seseorang berhenti di dunia ini, karena memang mammon membuat kita manusia menjadi serupa dengan dunia.  Mammon tidak akan menghantar seseorang kepada Allah, karena mammon menenggelamkan setiap orang dalam nafsu dan kuasa.

Kalau Yesus berkata: 'ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur, supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi' hendak menegaskan kepada kita semua, agar kita sebatas menggunakan dia dan tidak menjadi hamba-hambanya. Kita yang menggunakan mammon, dan bukannya kita yang dipergunakan oleh mammon dengan sistem yang dimilinya. Pengunaan harta kekayaan perlu kebijakan, yang dimulainya dalam aneka hal kecil dan sederhana. Kejujuran dalam bermain bersama harta benda, menantang setiap orang untuk menaklukan segala yang dimilikinya. 'Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?'. Dalam harta saja kita tidak setia, tentulah dalam aneka bidang kehidupan lainnya kita juga akan bertabrakan satu dengan lainnya, terlebih kodrat hidup kita sendiri yang selalu terarah kepada kebaikan, yang berpuncak pada Tuhan Allah sendiri, sebagai Kebaikan Tertinggi. Ada baiknya kita bertindak seperti perempuan-perempuan yang melayani Yesus beserta rombongan dengan harta yang dimilikinya. Atau seperti orang Samaria yang dengan tulus hatinya merawat orang yang jatuh di tangan penyamun. Janganlah kita malah seperti orang kaya, yang melakukan segala kebaikan hanya sebatas kekayaan yang dimilikinya. Janganlah Yesus sampai berkata kepada kita: begitu sulitnya orang kaya masuk dalam Kerajaan Allah, lebih mudah seekor unta masuk lobang jarum.

Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Mereka gerah, karena sepertinya mereka kena tonjok dengan penyataan yang disampaikanNya. Mereka bukannya menerima, melainkan bangkit melawan.  Lalu Yesus berkata kepada mereka:  'kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah'. Manusia tidak akan mampu bersembunyi dari Allah.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu hidup sesuai dengan kehendakMu, sehingga kamipun Engkau percayakan dalam mengelola harta sorgawi dan memperoleh keselamatan abadi. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening