Sabtu dalam Pekan Biasa XXXIV, 28 November 2015

Dan 7: 15-24  +  Mzm  +  Luk 21: 34-36

 

 

 

Lectio

Yesus berkata: 'jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.  Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.  Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia'.

 

 

 

Meditatio

'Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat', tegas Yesus. Tenggelam dalam pesta pora dan kemabukan memang membuat orang tidak berdaya. Semuanya itu malah membuat manusia menjadi seperti dunia. Manusia menutup diri terhadap segala yang ilahi, dan benar-benar menjadi dunia. Itulah yang dikatakan Yesus dalam Injil ini. Orang yang menutup diri, tentunya kedatangan Tuhan akan datang seperti jerat, yang membuat setiap orang tidak berdaya.  'Ia akan menimpa semua penduduk bumi ini'.   Semuanya ini diingatkan oleh Yesus, sebab sepertinya banyak orang mudah tenggelam dalam situasi seperti ini. Menjadi seperti dunia akan membuat kita manusia juga akan berlalu, sebagaimana bumi dan langit akan berlalu.

Apa yang harus kita buat, agar datangnya hari Tuhan tidak seperti jerat?  'Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu'. Semuanya ini mengandaikan setiap orang harus selalu stand by. Bukankah kedatanganNya itu seperti pencuri di waktu malam? Bukankah hari dan saatNya itu tidak diketahui oleh siapapun? Berjaga-jaga tentunya tidak hanya mengandalkan kekuatan diri melainkan tetap adanya komunikasi dengan Tuhan Allah sendiri yang hendak datang. Bukankah kita ingin menjadi tuan rumah yang baik? Berjaga dan berdoa mengandaikan hati dan budi kita tetap terarah selalu kepada Dia yang akan datang. Ketidak perhatian kita terhadap kehadiranNya akan membuat kita menjadi orang-orang seperti di jaman Nuh ataupun Lot. Berjaga dan berdoa tentunya membuat kita 'supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia'.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, berikan kami kebijaksanaan dalam mengelola hidup kami,  agar tidak terjerat dalam duniawi yang menjauhkan kami dariMu. Tetapi berilah kami iman yang teguh, selalu setia dan mengandalkan Engkau dalam setiap tugas dan pekerjaan kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening