Selasa dalam Pekan Biasa XXXII, 10 November 2015

Keb 2:23 – 3:9  +  Mzm 34  +  Luk 17: 7-10

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu  hari bersabdalah Yesus kepada par muridNya: 'siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.  Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?  Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'.

 

 

 

Meditatio

'Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: mari segera makan!  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.  Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?', kata Yesus kepada para muridNya. Seorang hamba memang amat jarang menerima ucapan terima kasih dari sang tuannya. Seorang hamba harus taat dan dengan setia melakukan segala tugas yang diembankan kepadanya.  Bukankah memang tidak ada kewajiban sang tuannya mengucapkan terima kasih? Walau tak dapat disangkal, tuan dari para hamba itu harus memperhatikan kesejahteraan para hambanya. Adalah suatu kebajikan, bila seorang tuan mengucapkan terima kasih kepada para hambanya, dan tentunya semuanya itu semakin meneguhkan para hambanya untuk bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi.   'Demikian jugalah kamu', tegas Yesus kepada mereka semua,   'apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'.

Kitab Kebijaksanaan malah mengingatkan lebih tegas lagi, memang benar  'jiwa orang benar ada di tangan Allah, dan siksaan tiada menimpa mereka', tetapi tak dapat disangkal aneka tantangan dan rintangan terus datang bertubi-tubi; sepertinya  'Allah hanya menguji mereka, guna mendapati mereka layak bagi diri-Nya'. Sebab memang  'Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan, dan dijadikan-Nya gambar hakekat-Nya sendiri'. Di sinilah para saudara misteri iman kepercayaan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini. Yesus secara tegas mengatakan barangsiapa ingin menjadi muridNya, dia harus berani memikul salib, menyangkal diri dan mengikuti diriNya.

Lalu apa yang hendak kita cari itu sebenarnya dari Tuhan? Keselamatan tentunya, yang memang diberikan kepada setiap orang, tetapi semuanya itu tidak dilemparNya dari atas, melainkan harus diambilnya dengan penuh perjuangan. Barangsiapa bertahan sampai akhir, akan beroleh keselamatan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami melakukan segala sesuatu dengan tulus ikhlas, terlebih memang kalau uluran tangan dan peran serta kami amat diharapkan oleh orang-orang yang ada di sekitar kami. Ringankan tangan kami, ya Yesus.

Santo Leo Agung, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'.

 

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening