Selasa dalan Pekan Biasa XXXIII, 17 November 2015


2Mak 6: 18-31  +  Mzm 4  +  Luk 19: 1-10

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."  Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Seorang pemungut cukai ingin melihat Yesus. Mengapa dia ingin melihat  Yesus? Apakah karena keinginan pribadi yang mendalam atau hanya karena dengar-dengar saja tentang Yesus, yang memang mungkin namaNya sudah mengudara?  Bukankah dia orang yang tidak berkekurangan? Bukankah dia juga banyak mendapat perlawanan dari banyak orang, mengingat pekerjaaannya sebagai pemungut cukai? Ada keinginan, tetapi mengalami kesulitan juga dia, karena badannya yang pendek. Badan pendek membuat dia kesulitan untuk melihat Orang yang hendak lewat, karena banyaknya orang yang berjubel di pinggir jalan yang hendak dilewatiNya itu. Zakheus tidak kehabisan akal; berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Semangat untuk melihat dan melihat Yesus sepertinya tak terkendali lagi. Ia ingin melihat Dia. Entah sejauh mana pengenalannya terhadap Yesus. Apakah sebatas sebagai seorang Nazaret, atau sebagai Anak Daud, sebagaimana yang kita renungkan kemarin bersama orang buta? 

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: 'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'. Sungguh hebat karunia yang diterima seorang Zakheus. Dia hanya ingin melihat, tetapi malah mendapat karunia indah yang kiranya tidak dapat dibayangkan sebelumnya: Yesus berkunjung ke rumahnya, dan bahkan menginap di rumahnya. Mengapa Yesus berkata demikian kepada Zakheus? Apakah Yesus begitu tertarik dengan iman si pemungut cukai itu? Apakah Yesus menghubungkan keinginan Zakheus dengan panggilanNya terhadap Mateus? Bukannya peristiwa berjumpa dengan Zakheus ini di luar program kerjaNya? Yesus tidak dimakan waktu dalam berkarya.   Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Siapakah tidak bangga mendapatkan kunjungan Orang yang punya nama? Tanpa basa-basi langsung menerimaNya dengan penuh syukur. 

Tetapi tidaklah demikian bagi banyak orang yang ada di situ, semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: 'Ia menumpang di rumah orang berdosa'.  Bagaimana mungkin seorang Guru mau tinggal di rumah seorang berdosa? Allah menyelamatkan orang berdosa? Inilah yang seringkali sulit juga kita mengerti, bahwa Allah menaruh hati kepada orang-orang  berdosa datang kepadaNya. Semuanya biss diterimaNya hanya melalui pertobatan hidup. Semuanya juga sekaligus menyatakan kepada kita, bahwa Allah menerima orng-orang yang sebelumnya tidak kita perkirakan.

Zakheus pun sadar akan situasi yang ada di sekitarnya. Rahmat dan berkat yang diterimanya mendapatkan perlawanan dan malah menimbulkan ketidakpuasan banyak orang.  Zakheus lalu berdiri dan berkata kepada Tuhan: 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat'.  Tanda pertobatan seorang Zakheus. Apakah semuanya itu terungkap, karena komentar orang-orang yang ada di sekitrnya atau memang karena benar-benar ungkapan hati?  Kata Yesus kepadanya: 'hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'.  Yesus tidak mempersoalkan ungkapan pertobatan yang akan diperbuatnya. Kebajikan setiap orang tidak dipelukan demi kemuliaan Allah. Allah sempurna adaNya. Yesus tidak memerlukan semuanya itu. Yesus amat tertarik dengan keinginan seorang Zakheus yang ingin melihat sang Penyelamat.

 Kita pun sepertinya bisa bertindak seperti Zakheus. Keberanian untuk memilih yang terbaik itulah yang kiranya harus kita tumbuh-kembangkan dalam hidup ini. Eliazar adalah seseorang bapa yang berani memilih yang terbaik bagi hidup dirinya  dan bagi orang lain (2Mak 6); demikian pula Zakheus berani memanjat pohon untuk melihat dan menikmati yang terbaik bagi hidupnya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, perbaharuilah selalu diri kami agar kami semkin merindukan kehadiranMu dalam diri kami. Semoga hari demi hari kami semkin rindu hanya kepadaMu, sang Penyelamat hidup ini.

Santa Elizabet, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening