Senin dalam Pekan Biasa XXXIV, 23 November 2015

Dan1: 1-6.8-20 +  Dan3 + Luk 21: 1-4

 

 

 

Lectio

Suatu hari di sela pengajaranNya, ketika Yesus mengangkat mukaNya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

 

 

 

 

Meditatio

Ketika Yesus mengangkat mukaNya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Rupanya saat itu Yesus berada sangat dekat dengan kotak persembahan, sehingga Yesus dapat melihat dengan jelas apa yang dimasukkan orang-orang ke dalam kotak persembahan. Demikian juga ketika, Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.  Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Bagaimana Yesus tahu bahwa janda itu memberi lebih banyak daripada semua orang? Apakah dari pakaian mereka, Yesus menilai kemampuan mereka dan menyimpulkan kalau mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." Tentunya Yesus dapat membedakan pemberian seseorang apakah itu diberikan dengan ketulusan hati atau tidak. Demikian juga dengan pemberian si janda itu, uang peser yang dipersembahkan bahannya yang paling tipis dari semua uang logam yang ada. Tetapi Yesus berkata bahwa persembahan yang sangat kecil itu justru mempunyai nilai yang jauh lebih besar. Tidak menjadi soal di sini, apakah benar si janda memberi semua miliknya atau masih ada sisa pada dirinya, yang terpenting yang ingin disampaikan Yesus adalah bahwa suatu persembahan bernilai kalau diberikan dengan ikhlas dan disertai dengan pengorbanan, pemberian yang sejati karena berasal dari hati yang mengasihi.

Perempuan janda miskin ini sepertinya masih ingat akan orang lain. Dia mempunyai sedikit unang yang memang amat diperlukan dalam hidupnya, tetapi dia masih berani memberikannnya kepada orang lain dalam kebersamaan hidup. Semuanya hanya bisa dilakukan dengan hati, dan bukannya bertumpu dengan apa yang dimilikinya.  Apakah jnda miskin itu sadar sungguh akan apa yang pernah dikatakan oleh Ayub, bahwasannya Tuhan yang memberi dan Tuhan yang mengambil, dan semuanya harus berani kita syukuri?

Si janda yang memberi dengan hati, tidak pernah takut kekurangan, demikian juga dengan Daniel yang setia dan berkat Allah menyertainya. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu (Dan 1: 8-9)

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar menjadi pribadi yang mau memberi dengan tulus hati, sebab memang banyak kali orang yang membutuhkan uluran tangan kasih kami. Amin

 

 

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening