Hari Keenam dalam Oktaf Natal, 30 Desember 2015

1Yoh 2: 12-17  +  Maz 96  +  Luk 2: 36-40

 



Lectio

Pada waktu itu di situ ada juga Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,  dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.  Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 

Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.  Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu di situ ada juga Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,  dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Orang kudus pun ada juga yang perempuan. Ada juga seorang santa, dan bukannya hanya santo.  Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.  Kedatangan Yesus memang diwartakan banyak nabi, tidaklah seperti Yohanes Pembaptis, tetapi tak dapat disangkal kesemarakan kelahiranNya tidaklah diketahui banyak orang, karena tidak sesuai dengan keperkasaan dan kemuliaan yang dimilikiNya. Dia yang Mahakuasa turun menjadi manusia dalam kesederhanaan. Dia dilahirkan dan bukan dijadikan.

Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.  Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Seorang Tuhan tumbuh dan berkembang dalam asuhan keluarga Yusuf dan Maria. Tanpa Maria dan Yusuf memang bisa dijadikan, tetapi Dia mau dilahirkan, karena memang Allah mau menunjukkan keseriusan dalam menikmati hidup sebagai manusia ciptaanNya. Pertumbuhan pribadi manusia Yesus juga berjalan dalam perjalanan waktu. Allah tidak mau mendahului ruang dan waktu. Allah mau hidup dalam perjalanan ruang dan waktu.

Allah mau menjadi manusia, bukan karena Dia ingin menjadi dunia, karena memang dunia itu milikNya, malah sebaliknya mau mengajak dunia menjadi tempat kediamanNya yang kudus. Mengapa? Karena manusia ciptaan yang mulia ada dalam dunia. Manusia akan dapat menikmati dunia dengan sebaiknya, kalau memang manusia mau menguduskan tempat tinggalnya, dan bukan sebaliknya. Oleh karena itu, Yohanes pun pernah mengingatkan kita semua: 'janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya' (1Yoh 2: 15-17)

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dalam kesederhanaan Engkau datang mengajak dunia menjadi kediamanMu. Kiranya kamipun berani mempersiapkan diri khususnya hati kami, agar tetap kudus dan layak menjadi baitMu. Rumah kediamanMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening