Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal, 31 Desember 2015

1Yoh 2: 18-21  +  Maz 96  +  Yoh 1: 1-18

 



Lectio

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya.

 

 

 

Meditatio

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Pada mulanya adalah Allah sendiri. Dia tidak dapat ditangkap dengan aneka indera manusia. Dia sepertinya hanya dapat didengar, karena Dia adalah Firman. Dia adalah Sabda.  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.  Sabda itu begitu kuasa, karena segala sesuatu tercipta di dalam dan oleh Dia. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Sabda yang membuat hidup, dan karena memang Dialah sebenarnya kehidupan itu. Hanya dalam Dia, semua manusia menikmati kehidupan yang sebenarnya. Apakah di luar Dia, seseorang tidak dapat menikmati kehidupan yang sebenarnya? Ya benar. Karena memang kehidupan itu tidak sebatas perjalanan seseorang di dunia. Di dunia ini manusia hanyalah singgah saja untuk minum. Urip iku mung mampir ngombe.  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Hidup dalam Dia akan terasa indah, dan itulah hidup yang sebenarnya. Dia kekal abadi adaNya, maka hidup dalam Dia akan berkepanjangan dan tak berkesudahan. Kegelapan atau maut tak menguasaiNya.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Dia tidak datang secara mendadak. Allah telah merencanakan jauh-jauh sebelumnya untuk datang ke dalam dunia.  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Inilah realitas hidup. Sang Pemilik kehidupan diabaikan, dan bahkan ditolak oleh ciptaanNya. Allah tidak gelisah dan marah. Dia tidak menghukum mereka. Sebaliknya, semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya. Kepercayaan kepada Allah, kepada Kristus Tuhan yang datang ke tengah-tengah kita, membuat kita menjadi anak-anak Allah. Suatu anugerah yang indah dan mempesona. Anugerah ilahi.  Anak-anak Allah adalah  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Tentunya kita yang telah terikat oleh dunia ini harus berani dilahirkan kembali sebagaimana pernah dikatakan juga kepada Nikodemus. Dilahirkan kembali berarti percaya kepada sabda dan kehendak Allah.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.  Dialah Yesus Kristus. Dia datang  ke dalam dunia, 'karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka' (Mat 1: 21), dan 'Dia Imanuel,  yang berarti:  Allah menyertai kita'.

Ada seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.  Katanya:  'inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku'.  Yohanes adalah seseorang yang mempersiapkan datangNya sang Mesias, sang Terang yang akan datang ke tengah-tengah umatNya. Aku bukan Dia. Aku tak layak di hadapanNya; membuka tali sandalNya pun aku tidak layak. Kerendahan hati seorang Yohanes.

Karena dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus'. Kasih karunia diberikan kepada setiap orang tanpa terkecuali; dan semuanya itu diberikan secara bertahap, dan diberikanNya secara santun, dan bukannya dilempar begitu saja dari atas. Semua orang menerima sesuatu dengan kemampuan yang dimiliki dan dipergunakan dalam pembangunan umat Allah agar semakin merasakan kehadiran Dia dalam umatNya. Seberapa besar kasih karunia yang kita terima selama satu tahun 2015 ini? Adakah kita merasakan sungguh bahwa adanya banyak hal yang indah yang kita terima di tahun ini? Hanya orang-orang yang merasakanNya, akan dapat berani berkata bahwa Dia yang datang itu benar-benar Immanuel, Allah beserta kita.

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya. Namun tak dapat disangkal Anak Manusia juga menyampaikannya kepada orang-orang yang kepada mereka Anak berkenan menyampaikannya (Mat 11: 27). KehadiranNya memang akan semakin dinikmati oleh orang-orang yang membuat diri mereka menjadi orang-orang yang berkenan kepadaNya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau rela menjadi sama dengan manusia untuk penebusan dan menyelamatkan kami, umat manusia. Tumbuhkanlah cintakasih di dalam hati kami, agar mampu mencintai sesama, terutama yang miskin, kecil dan tersisih. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening