Hari Raya Natal, Kelahiran sang Al Masih, 25 Desember 2015

Yes 52: 7-10  +  Ibr 1: 1-6  +  Yoh 1: 1-18

 

 

Lectio

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya.

 

 

Meditatio

Apa yang mau disampaikan Yohanes di awal pembukaan dari Injilnya ini? Mengapa dia menyebutkan 'pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Apakah mau mengingatkan tentang kisah penciptaan di kitab Kejadian?  Firman itu telah ada sebelum penciptaan. Dia bukan bagian dari penciptaan, tetapi telah ada bersama-sama dengan Allah sebelum dunia ada. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah'? Apakah yang dimaksud Ia yang bersama Allah itu adalah Yesus? Yang segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Hidup dan terang itu adalah Yesus Kristus, yang mengundang setiap orang untuk datang kepada Allah yaitu hidup yang kekal. Seperti di kisah penciptaan, Roh Allah melayang-layang di atas kegelapan dan tak berbentuk, maka berfirmanlah :' jadilah terang' dan terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Yesus adalah Terang yang mengusir segala kegelapan dan kekacauan dalam diri manusia dan menjadikan mereka anak-anak terang.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Inikah kekerasan hati manusia yang tidak mau menerima pemberitaan para nabi sebelumnya? Bangsa Israel yang adalah bangsa pilihan, milik Allah tetapi yang menolak kehadiranNya? Dia yang datang ini membawa terang yang nyata kepada umat manusia, supaya setiap orang sungguh dapat merasakan kasih Allah, yang tadinya tidak dapat dipahami, menjadi nyata. Para gembala menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dunia, tetapi mereka hendk menampilkan bagian dunia yan terbaik, yang berani mendengarkan suara dan panggilanNya. Sebaliknya,  semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Firman Allah yang kuasa menciptakan dan mengambil wujud menjadi sama dengan manusia dalam diri Yesus Kristus, kecuali dalam hal dosa. Hanya lewat Yesus Kristus lah manusia dapat sampai kepada Allah, menjadi anak-anak Allah.

Dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Dalam diri Yesuslah kita mendapatkan kasih karunia dan anugerah yang berlimpah, yang tak ternilai yaitu kebenaran dan hidup, sebab tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya. Melalui diri Yesus Kristuslah kasih Allah dinyatakan sehingga setiap orang dapat merasakannya, Allah yang tadinya begitu jauh dan menakutkan, seperti dikatakan dalam Kel 33: 20 ; 'engkau tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup'. Dalam diri Yesus lah Allah dinyatakan pada umat manusia. Hanya melalui Yesus Allah dibawa kepada manusia dan manusia dibawa kepada Allah, dengan melihat Yesus orang melihat Allah. Allah yang jauh, yang tidak dapat dilihat, yang tidak dapat dicapai itu kini telah datang kepada umat manusia, dalam diri Yesus.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, Engkau yang adalah Allah rela menjadi manusia, agar kami dapat mengalami kasihMu. Kiranya kamipun semakin dimampukan dalam membagi kasih kepada sesama agar namaMu semakin dipermuliakan. Amin

 

 

Contemplatio

'Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening